Penerimaan Pajak Hingga April 2018 Tembus Rp383 Triliun, Ini Rinciannya

"Pertumbuhan positif ini ditopang oleh pertumbuhan PPh Non Migas"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan pajak periode Januari-April 2018 tercatat sebesar Rp 383,3 triliun atau tumbuh 10,89 persen secara yoy.

Pertumbuhan positif ini ditopang oleh pertumbuhan PPh Non Migas yang mencapai10,34 persen dan PPN yang tumbuh 14,09 persen.

Pertumbuhan pada periode Januari-April ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2017 karena adanya penerimaan dari uang tebusan Tax Amnest ( TA) yang tidak berulang di tahun 2018 dan nilainya cukup signifikan, mencapai Rp 12 triliun.

Kemenkeu melalui laporan APBNKita bulan Mei 2018 menilai, apabila tidak memperhitungkan uang tebusan TA Triwulan I 2017, maka pertumbuhan pada periode tersebut mencapai 14,88 persen.

"Pertumbuhan penerimaan pajak di tahun 2018 masih ditopang oleh jenis-jenis penerimaan pajak yang berasal dari aktivitas impor dan produksi," tulis Kemenkeu.

Kinerja positif beberapa jenis pajak utama, seperti PPh Pasal 21, PPh Badan, PPN Dalam Negeri, PPN Impor juga memberikan sinyal positif peningkatan aktivitas ekonomi setidaknya dari perspektif penerimaan pajak.

Pertumbuhan PPN Dalam Negeri sedikit melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Kondisi ini sedikit dipengaruhi oleh restitusi yang tumbuh 8,17 persen secara year-on-year atau mencapai Rp 36,38 triliun secara nominal di tahun 2018.

Salah satu faktor pendorong pertumbuhan positif restitusi di tahun 2018 ini adalah pertumbuhan volume ekspor di triwulan IV tahun 2017 yang mencapai 6,0 persen dan ditriwulan I tahun 2018 yang mencapai 13,8 persen.

Penerimaan PPh Badan sendiri tumbuh hingga 23,55 persen sementara pada periode yang sama tahun 2017 hanya tumbuh sebesar 7,82 persen.

Kinerja positif PPh Badan di tahun 2018 tidak lepas dari tingginya pertumbuhan PPh Pasal 29 (kurang bayar dalam SPT Tahunan PPh Badan) yang mencapai 28,57 persen secara ... Baca halaman selanjutnya