Tahun Depan, Pertumbuhan Investasi Diprediksi Berkisar 7,5 Hingga 8,3 Persen

"Penilaian tersebut muncul seiring dengan perbaikan iklim berusaha"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto tahun 2019 nanti berda pada kisaran 7,5 persen-8,3 persen.

Penilaian tersebut muncul seiring dengan perbaikan iklim berusaha yang telah dilakukan pemerintah.

"Investasi akan terus kita jaga momentum perbaikannya yang sudah mulai terjadi di kuartal pertama 2018," katanya.

Menurutnya, sejauh ini upaya menjaga momentum pertumbuhan investasi tersebut dengan menjaga kepercayaan investor swasta.

Kepercayaan investor bisa diraih melalui kemudahan proses berusaha maupun pemberian insentif fiskal untuk mendorong pembangunan industri.

"Investasi terus akan diperkuat termasuk memberikan insentif, melakukan simplifikasi regulasi atau reformasi di bidang birokrasi dan perizinan, dan bahkan meluncurkan 'single submission' yang akan segera dilakukan oleh pemerintah," jelas dia.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pembangunan sarana infrastruktur juga dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas maupun mobilitas kegiatan investasi.

Pada triwulan I-2018, kinerja investasi telah mencatatkan pertumbuhan hingga 7,95 persen seiring dengan peningkatan belanja modal atau merupakan pencapaian tertinggi sejak periode 2014.

Peningkatan investasi ini yang menjadi salah satu penyebab tingginya impor pada awal 2018 karena adanya impor bahan baku maupun bahan modal yang dibutuhkan untuk ekspansi usaha dari sektor industri pengolahan besar.

Pertumbuhan impor yang tinggi juga diproyeksikan pemerintah masih terjadi di 2019 yaitu pada kisaran 6,2 persen-7,6 persen.

Untuk mesin pertumbuhan ekonomi lainnya, Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekspor pada kisaran 6 persen-7,2 persen sebagai antisipasi dari kebijakan proteksionisme perdagangan AS yang juga berpotensi menyebabkan terjadinya perang ... Baca halaman selanjutnya