Mulai Bulan Depan, Rokok Elektrik Kena Cukai

"Pungutan cukai ini dilakukan karena penggunaan rokok elektrik tiap tahun meningkat"
Ilustrasi Rokok Elektrik (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mulai mengenakan sistem cukai bagi hasil terhadap rokok elektrik atau vape.

Kepala Sub Direktorat Tarif Cukai dan Harga Dasar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Sunaryo mengatakan pungutan cukai ini dilakukan karena penggunaan rokok elektrik tiap tahun meningkat.

Selain mesin rokok elektriknya, pungutan cukai juga berlaku untuk cairan ekstrak tembakau yang digunakan untuk rokok tersebut.

"Karena barang hasil tembakau, maka ini bagian dari intensifikasi. Ini konsentrasinya ke kepastian hukum, bukan ke penerimaan," katanya dikutip dari Bisnis Indonesia.

Soal penentuan tarif, lanjut Sunaryo, sangat ditentukan dengan harga yang di-submit pengusaha ke DJBC.

Berdasarkan harga yang telah disampaikan oleh pengusaha, harga paling rendah senilai Rp10.000 untuk jenis nonpremium, sedangkan harga paling tinggi untuk jenis premium sebesar Rp120.000.

Adapun target penerimaan cukai vape (setahun) senilai Rp100 miliar sampai dengan Rp200 miliar. Penerimaan cukai vape akan masuk dalam komposisi penerimaan cukai hasil tembakau.

"Ini sektor baru, kami benar-benar arahkan mereka usaha dengan legal, gak semena-mena, semua terukur tidak menggeneralisir," imbuhnya kemudian.(*)