Selain Asuransi, BPJS Ketenagakerjaan Juga Punya Tugas Lain, Apa Itu?

"Namun masih berhubungan dengan tenaga kerja"
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan lembaga asuransi milik negara yang menjamin perlindungan sosial tenaga kerja Indonesia.

Namun, selain jaminan sosial, Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menilai, lembaga tersebut punya tugas lain namun masih berhubungan dengan tenaga kerja.

Ia mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan juga harus bisa berpartisipasi ciptakan terobosan guna meningkatkan keterampilan para pekerja Indonesia.

"Penting untuk terus dicari terobosan karena pekerja kita cukup rentan menghadapi perubahan yang terjadi terutama faktor perkembangan teknologi informasi, saya ingin BPJS Ketenagakerjaan ikut berpartisispasi kearah sana," katanya.

Sejauh ini, menurut Hanif, pemerintah terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan keterampilan para pekerja, baik yang masih sekolah maupun yang sudah bekerja.

"Maksudnya adalah yang sekolah harus kita ajari untuk bekerja dan yang bekerja juga harus didorong untuk terus belajar, karena kalau bekerja dan dianggap sudah punya keterampilan dan tidak mau belajar, maka suatu saat keterampilannya bisa hilang ditelan perubahan," jelas dia.

Di sisi lain, terkait perlindungan sosial pekerja yang merata, Menaker terus menghimbau supaya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terus ditingkatkan.

"Kita harus memastikan seluruh tenaga kerja kita, baik formal maupun informal agar benar-benar menjadi peserta dan masuk dalam skema perlindungan BPJS Ketenagakerjaan," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya terbuka untuk segala masukan dan akan terus meningkatkan pelayanan kepada para pekerja.

"Kami sangat berterimakasih atas masukan dari para pemangku kepentingan, ini akan menjadi masukan yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kami," kata Agus.

Selain itu, Agus berharap supaya para pemangku kepentingan tetap ... Baca halaman selanjutnya