Pendapatan Perbulan Driver Gojek Lebih Besar dari Gaji Pegawai

"Masing-masing driver Gojek di Indonesia meraup pendapatan rata-rata Rp3,31 juta perbulannya"
Ilustrasi driver Gojek (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Baru-baru ini Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LD FEB UI) melakukan penelitian soal dampak sosial ekonomi aplikasi on demand terhadap perekomian Indonesia.

Riset ini melibatkan aplikasi on demand perusahaan komersialisasi digital terbesar di Indonesia, yakni Gojek Indonesia.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 7.500 responden yang terdiri dari 3.315 pengemudi roda dua, 3.465 konsumen, dan 806 mitra UMKM.

BACA JUGA: Jadi Bintang Utama Serial TV Amerika, Iko Uwais Ukir Sejarah

Responden sendiri merupakan mitra dan konsumen yang aktif dalam 1 bulan terakhir. Sampel mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan konsumen di 9 wilayah, yaitu Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, DIY Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.

Dari riset tersebut dipaparkan bahwa pendapatan mitra atau driver Gojek sendiri lebih besar dari pegawai yang bekerja di tiga sektor pekerjaan yakni pegawai sektor industri, transportasi dan status pekerjaan sebagai pegawai pada umumnya.

Menurut lembaga itu, masing-masing driver Gojek di Indonesia meraup pendapatan rata-rata Rp3,31 juta perbulannya, sedangkan pegawai sektor transportasi hanya Rp3,10 juta, pegawai industri Rp2,34 juta dan pegawai umum Rp2,66 juta.

Dimana pendapatan tersebut disumbangkan dari pengeluaran rata-rata konsumen yang perbulannya mencapai Rp2.55 juta.

Pekerjaan sebagai driver Gojek sendiri digeluti oleh 75 persen dari 3.315 mitra yang merupakan lulusan SMA, lulusan perguruan tinggi 15%, berusia produktif, usia 20-39 tahun 77%, berstatus kerja penuh waktu 65%, dan memiliki tanggungan 2 orang atau lebih 78%.

Secara persentase, 86 persen driver Gojek mengaku puas ... Baca halaman selanjutnya