Kenaikan Tarif Rental Kendaraan Mempengaruhi Laju Inflasi di Bukittinggi

"Menurut catatan BPS, inflasi terjadi akibat kenaikan pada 6 kelompok pengeluaran"
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat, Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, atau lebih rendah dari Kota Padang yang mencapai 0,39 persen pada bulan Juni 2018.

Menurut catatan BPS, inflasi terjadi akibat kenaikan pada 6 kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,20 persen.

Kemudian kelompok sandang sebesar 0,22 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,98 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 1,10 persen.

Laju inflasi di kota wisata itu berada di peringkat ke 18 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera dan urutan ke 75 secara nasional.

Jika lebih dirinci, untuk komoditas, pengeluaran untuk rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar terhadap laju inflasi dengan persentase mencapai 0,14 persen, dan dengan perubahan harga mencapai 4,71 persen.

Di peringkat kedua terdapat belut dengan perubahan harga mencapai 20,70 persen dan menyumbang 0,08 persen terhadap laju inflasi.

Sementara itu di peringkat ketiga terdapat biaya rental atau carter kendaraan. Meskipun di berada di peringkat ketiga, perubahan harga untuk hal ini adalah yang paling tinggi yakni mencapai 46,67 persen dengan kontribusi mencapai 0,08 persen.(*)