Defisit Semester I APBN 2018 Terendah Dalam 4 Tahun Terakhir

"Tahun 2018 ini pemerintah akan tetap menjaga APBN "
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Setkab)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah menyatakan bahwa defisit berjalan pada pelaksanaan semester I APBN 2018 hanya sebesar Rp110 triliun, atau yang terendah dalam 4 (empat) tahun terakhir.

Jika dibandigkan dengan tahun sebelumnya, jumlah defisit anggaran terbilang lebih kecil yang mencapai Rp175 triliun.

"Pemerintah terus berusaha membuat APBN kita menjadi sehat, menjadi kredibel, dan terutama dikaitkan dengan banyak sekali pendapat mengenai masalah hutang dan pengelolaan utang," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Ia menjelaskan, hasil semester I ini mengkonfirmasikan pemerintah berhati-hati dan sangat prudent di dalam menjaga APBN tahun 2018.

Dengan postur APBN kita yang relatif terjaga, lanjut Menkeu, telah diputuskan oleh Presiden, nanti pada tahun 2018 ini pemerintah akan tetap menjaga APBN dengan defisit lebih rendah dari yang direncanakan.

Adapun yang tadinya 2018 adalah direncanakan 2,19% dari PDB, "Namun dari sisi outlook sekarang ini kami memperkirakan APBN 2018 akan defisitnya menjadi hanya 2,12 atau 2,12% dari PDB atau dalam hal ini Rp314 triliun, lebih kecil dari yang tadinya diperkirakan Rp325 triliun,” terang dia.

Sebab, menurut dia, postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara dan defisitnya lebih kecil dari direncanakan.

Maka ia menambahakn, Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini tidak ada perubahan.

"Laporan ini nanti akan kami sampaikan kepada dewan untuk dibahas pada minggu depan dengan Dewan Perwakilan Rakyat," ujar dia.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah akan menggunakan instrumen fiskal ini untuk tetap menjaga ekonomi terutama kondisi perekonomian sedang dihadapkan pada tekanan yang berasal dari global.

"Kita terus melakukan berbagai upaya, melihat sektor ekonomi kita mana-mana yang perlu untuk ... Baca halaman selanjutnya