APBN Semester I 2018 Turun, Jokowi Senang

"Jokowi menerangkan, pendapatan negara tumbuh 16 persen"
Presiden Jokowi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah menyatakan bahwa defisit berjalan pada pelaksanaan semester I APBN 2018 hanya sebesar Rp110 triliun, atau yang terendah dalam 4 (empat) tahun terakhir.

Jika dibandigkan dengan tahun sebelumnya, jumlah defisit anggaran terbilang lebih kecil yang mencapai Rp175 triliun.

Data tersebut kemudian diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo. Pencapaian tersebut cukup bagus, sebab tiga belakangan jumlah devisa justru menyedihkan.

"Keseimbangan primer yang sangat bagus menjadi positif yang 3 tahun sebelumnya masih negatif. Pembiayaan anggaran yang semakin menurun 2 tahun terakhir serta silpa yang lebih besar," katanya.

Jokowi menerangkan, pendapatan negara tumbuh 16 persen. Kemudian didukung kinerja penerimaan perpajakan yang mampu tumbuh 14,3 persen.

Angka tersebut, kata dia, lebih tinggi dari pertumbuhan semester satu tahun 2017 sebesar 9,6 persen.

"Belanja negara yang terus meningkat 5,7 persen dibanding tahun 2017 yang tumbuh hanya 3,2 persen, dan dalam rangka percepatan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat serta belanja K/L yang tumbuh 12,1 persen, jauh lebih tinggi dari realisasi semester 1 2017, sebesar 0,4 persen," jelas dia.

Selaim itu, Jokowi kemudian meminta pada menteri terkait untuk menjaga pencapaian semester 1 APBN 2018. Selain itu, ia ingin ditingkatkan pada semester 2.

"Karena tantangan yang kita hadapi juga tidak ringan, terutama terkait ketidakpastiaan perekonomian global," tutur dia.

"Pastikan bahwa pelaksanaan program dan proyek strategis segera dieksekusi tepat waktu dan menjaga governance tepat sasaran, berdampak segera dirasakan oleh masyarakat," lanjutnya.

Selanjutnya, Jokowi juga meminta transfer ke daerah dan dana desa harus segera dicairkan dan meminimalisir adanya pengendapan anggaran pemerintah di perbankan.

"Tetap melakukan langkah efisiensi ... Baca halaman selanjutnya