Defisit Anggaran Kecil, APBN 2018 Tidak Ada Perubahan

"Sejauh ini pemerintah memandang postur APBN 2018 cukup baik"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah tidak akan melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018. Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia mengatakan, sejauh ini pemerintah memandang postur APBN 2018 cukup baik, dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara. Sementara defisit lebih kecil dari yang direncanakan, dari semula 2,19% menjadi 2,12%.

"Maka Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini tidak melakukan APBN perubahan," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dengan begitu, ia berjanji akan menyampaikan kepada DPR RI arahan Presiden Joko Widodo tersebut, untuk tidak melakukan pembahasan terhadap kemungkinan perubahan APBN 2018.

Baca Juga: Defisit Semester I APBN 2018 Terendah Dalam 4 Tahun Terakhir

Sebelumnya Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, untu pelaksanaan semester I APBN 2018 dari sisi makro ekonomi, pertumbuhan diperkirakan 5,1%.

Kemudian dari sisi penerimaan perpajakan, pada semester 1 PPN (Pajak Pertambahan Nilai) nonmigas tumbuh 14,9%. "Itu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tumbuhnya hanya 6% dan tahun 2016 yang hanya 7%," ujarnya.

Baca Juga: APBN Semester I 2018 Turun, Jokowi Senang

Kemudian penerimaan perpajakan yang berasal dari PPN, tumbuhnya sama dengan tahun lalu yaitu 13,6%, sedangkan tahun 2016 PPN itu tumbuhnya negatif.

Dari sisi bea dan cukai, penerimaan tumbuh 16,7%. Dan untuk PPh (Pajak Penghasilan) migas meningkat 9%, dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya adalah -69% dan tahun 2016 -40%.

Dari sisi perpajakan, lanjut ... Baca halaman selanjutnya