Defisit APBN 2018 Dibantu Oleh Pinjaman Luar Negeri

"Penarikan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah berhasil menutup defisit APBN"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan mencatat, sepanjang bulan Mei 2018 pemerintah berhasil memenuhi defisit APBN melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp179,26 triliun atau 43,25 persen dari yang ditargetkan.

Sementara itu, melalui penarikan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah berhasil menutup defisit APBN sebesar Rp19,42 triliun atau 37,82 persen dari target.

Secara keseluruhan, persentase pertumbuhan pembiayaan utang tahunan untuk bulan Mei 2018 menunjukkan tren yang menurun yaitu minus 12,83 persen (yoy).

Baca Juga: Defisit Semester I APBN 2018 Terendah Dalam 4 Tahun Terakhir

Sedangkan pertumbuhan tahunan Pinjaman Luar Negeri (neto) turun menjadi negatif 40,80 persen apabila dibandingkan dengan jumlah Pinjaman Luar Negeri (neto) pada bulan yang sama tahun 2017.

Tren penurunan pertumbuhan tahunan juga terjadi pada SBN (neto) sebesar negatif 14,90 persen (yoy). Pengaruh depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika serta kenaikan suku bunga the Fed pada bulan April dan Mei 2018 cukup berpengaruh terhadap lelang SBN.

Baca Juga: Defisit Anggaran Kecil, APBN 2018 Tidak Ada Perubahan

"Lelang SBN di akhir April dan awal Mei tidak memenuhi target karena investor cenderung wait and see terhadap perkembangan pasar," tulis Kemenkeu dalam laporan APBNKita.

Permintaan investor akan imbal hasil melebihi kewajaran di pasar sekunder juga mempengaruhi keputusan untuk tidak mengambil penawaran dalam lelang di awal Mei.

Baca Juga: APBN Semester I 2018 Turun, Jokowi Senang

Namun ... Baca halaman selanjutnya