Pertumbuhan PDB Akhir Mei 2018 Ditaksir Tembus Rp14.092 Triliun

"Dengan jumlah PDB tersebut, rasio utang Pemerintah per akhir Mei tetap terjaga di bawah 30 persen"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBNKita bulan Juni 2018 mencatat, hingga akhir Mei 2018, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan Rp14.092,72 triliun.

Dengan jumlah PDB tersebut, rasio utang Pemerintah per akhir Mei tetap terjaga di bawah 30 persen atau sebesar 29,58 persen. Persentase tersebut masih jauh di bawah batas 60 persen terhadap PDB sebagaimana ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003.

Dari segi komposisi utang, Pinjaman Pemerintah yang berasal dari kreditur komersial mengalami penurunan signifikan sebesar negatif 4,65 persen, dimana pada akhir Mei tahun 2017 outstanding utang pemerintah dari kreditur komersial sebesar Rp43,40 triliun.

Sementara pada bulan yang sama di tahun 2018, outstanding utang dari kreditur komersial sebesar Rp41,38 triliun. Pertumbuhan Pinjaman Luar Negeri dan Dalam Negeri hingga bulan Mei 2018 secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 5,38 persen (yoy) sementara pertumbuhan tahunan untuk SBN adalah sebesar 15,54 persen (yoy).

Sementara itu, hingga bulan Mei 2018 SUN Domestik yang telah diterbitkan Pemerintah sebesar Rp2.408,40 triliun dan untuk Surat Utang Negara (SUN) dalam Valuta Asing telah diterbitkan sebesar Rp992,87 triliun.

"Pemerintah bersungguh sungguh dalam melakukan pendalaman pasar keuangan domestik dan perluasan basis investor, dimana pada bulan Mei 2018, Pemerintah meluncurkan e-SBN dalam rangka pendalaman pasar (SBR-003)," tulis Kemenkeu dalam laporan itu.

Masa penawaran SBR-003 yang dimulai tanggal 14 Mei sampai dengan 25 Mei 2018 dan memiliki imbal hasil 6,80 persen berhasil menarik minat masyarakat sehingga mencatat kontribusi bagi pembiayaan negara sebesar Rp 1.928 triliun.

Kemenkeu menganalisa, tujuan penerbitan SBR-003 selain untuk menutup defisit APBN adalah untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, mengingat dari hasil laporan UNDP, Human Development Index Indonesia ... Baca halaman selanjutnya