Meleset dari Asumsi Makro, DPR: APBN 2018 Kurang Kredibel

"Perubahan harga dolar yang sangat signifikan tentu berpengaruh terhadap banyak hal dalam postur APBN"
Pada asumsi makro APBN 2018 ditetapkan nilai tukar dollar sebesar Rp13.400 tetapi saat ini dolar diangka Rp14.300 (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah tidak akan melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018. Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia mengatakan, sejauh ini pemerintah memandang postur APBN 2018 cukup baik, dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara. Sementara defisit lebih kecil dari yang direncanakan, dari semula 2,19% menjadi 2,12%.

"Maka Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini tidak melakukan APBN perubahan," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dengan begitu, ia berjanji akan menyampaikan kepada DPR RI arahan Presiden Joko Widodo tersebut, untuk tidak melakukan pembahasan terhadap kemungkinan perubahan APBN 2018.

Lantas terkait dengan hal tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Refrizal mempertanyakan keputusan pemerintah yang tidak akan mengajukan APBN-P 2018, mengingat banyaknya asumsi makro di APBN 2018 yang jauh meleset.

"Kondisi ekonomi global sedang tidak stabil, kita butuh APBN yang kredibel. Asumsi pada APBN 2018 banyak yang meleset seperti nilai tukar rupiah dan harga ICP," kata politisi daerah pemilihan Sumatera Barat.

Sebagai contoh, pada asumsi makro APBN 2018 ditetapkan nilai tukar dollar sebesar Rp13.400 tetapi saat ini dolar diangka Rp14.300.

Perubahan harga dolar yang sangat signifikan tentu berpengaruh terhadap banyak hal dalam postur APBN, seperti makin besarnya jumlah hutang (bunga dan pokok) yang harus dibayar.

Selain itu asumsi harga minyak mentah per barel pada APBN 2018 diangka 48 dollar per barel sedangkan harga pada Mei kemarin diangka 68-78 dollar per barel. Harga minyak mentah yang semakin tinggi akan berpengaruh terhadap beban subsidi energi. Bila tidak disesuaikan tentu akan sulit direalisasikan.

Lebih lanjut, Refrizal mengatakan bahwa pengajuan APBN ataupun APBN-P adalah mekanisme ... Baca halaman selanjutnya