Disetujui DPR, Kemenperin Dapat Tambahan Dana Rp2,57 Triliun untuk Industri 4.0

"Anggaran Rp2,73 triliun tersebut akan dialokasikan guna pelaksanaan sembilan program strategis"
Industri otomotif jadi salah satu fokus pengembangan dalam program implementasi industri 4.0 Kemeperin (Nikkei Asia)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Komisi VI DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian sebesar Rp2,57 triliun untuk menindaklanjuti agenda nasional yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Program strategis yang akan dilakukan Kemenperin, antara lain pengembangan terhadap lima sektor industri manufaktur yang menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri keempat di Tanah Air.

"Lima sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, serta kimia. Selain itu, kami akan berupaya meningkatkan kualitas dan saya saing sumber daya manusia (SDM) industri melalui program pendidikan vokasi,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Komisi VI DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Kemenperin itu sebagai hasil rapat kerja pada 9 Juli 2018 lalu, yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto.

Saat rapat tersebut, Komisi VI DPR RI menerima pagu indikatif anggaran Kemenperin tahun 2019 sebesar Rp2,73 triliun, sehingga total anggaran Kemenperin pada tahun depan menjadi Rp5,31 triliun.

Dengan penambahan tersebut, Airlangga menyebutkan bahwa anggaran Rp2,73 triliun tersebut akan dialokasikan guna pelaksanaan sembilan program strategis.

Pertama, yakni pengembangan SDM industri dan dukungan manajemen Kemenperin. Kedua, penumbuhan dan pengembangan industri berbasis agro, yang di antaranya digunakan untuk fasilitasi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) untuk 100 perusahan industri makanan dan minuman.

Ketiga, untuk program penumbuhan dan pengembangan industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA),beberapa upaya yang akan dilakukan adalah perbaikan alur aliran material pada sektor industri tekstil, pengembangan proyek percontohan untuk industri daur ulang sampah plastik, dan memacu daya saing industri bahan baku obat.

Program keempat bagi industri logam, mesin, alat transportasi, dan ... Baca halaman selanjutnya