PT Inalum Siap Akuisisi 51 Persen Saham Freeport, Jokowi: Negosiasi Diam-Diam

"Proses negosiasi akuisisi saham berlangsung alot selama 3,5 tahun"
Ilustrasi tambang PT Freeport Indonesia (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Sebuah perusahaan milik negara yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) diketahui siap untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Nilai akusisi naik dari persentase sebelumnya yang hanya 9,36 persen.

Hal itu dikatakan oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis. Ia mengatakan, proses akuisisi saham dilakukan dengan langkah yang tidak mudah.

"Saya telah mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan kita Inalum telah capai kesepakatan awal dengam freeport," katanya dikutip dari Suara.com-jaringan Klikpositif.com.

Ia menjelaskan, proses negosiasi akuisisi saham berlangsung alot selama 3,5 tahun. "Jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali, dalam 1,5 tahun ini, tapi memang kita kerjain ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah," ujar Jokowi.

Kesepakatan tersebut nantinya akan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Untuk persoalan teknis ada di kementerian terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan.

"Artinya kesepakatan sudah rampung. Teknis masih ada di menteri," tutur dia.

Setelah kepemilikan saham lebih besar pemerintah, Jokowi berharap pemasukan ke negara juga meningkat. Terlebih, Freeport Indonesia sudah mengelola tambang di tanah air hampir 50 tahun.

"Ini sebuah lompatan kita harapkan nanti kita akan mendapatkan income yang lebih besar, baik dari pajak, royaltinya, dari defiden, dari retribusinya, sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati oleh kita semua. Kepentingan nasional harus dinomorsatukan," kata dia.

Sekilas Tentang PT Inalum

PT Inalum merupakan BUMN pertama dan terbesar Indonesia yang bergerak di bidang peleburan Aluminium. Besarnya potensi kelistrikan yang dihasilkan dari aliran Sungai Asahan membuat Pemerintah Indonesia mengundang ... Baca halaman selanjutnya