APBN 2018 Tidak Berubah, DPR: Sektor Migas Jalan Ditempat

"Pasalnya saat ini perhitungan di sektor migas tidak lagi sesuai dengan asumsi awal"
Harga Batubara Acuan (HBA) pada Juli 2018 mencapai USD104,65 per ton (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Langkah tersebut diambil setelah pemerintah memandang postur APBN 2018 cukup baik, dan tidak mengalami deviasi yang besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan jumlah belanja negara.

Sementara defisit lebih kecil dari yang direncanakan, dari semula 2,19% menjadi 2,12% dari PDB atau sebesar Rp314 triliun. Jelas lebih kecil dari yang tadinya diperkirakan Rp325 triliun.

Namun bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, keputusan tersebut malah akan berdampak pada stagnansi sektor migas. Pasalnya saat ini perhitungan di sektor migas tidak lagi sesuai dengan asumsi awal dan mengalami banyak perubahan.

"Jika APBN 2018 diputuskan tetap konservatif dan tidak berubah, khawatir akan semakin membebani sektor migas secara nasional. Padahal Indonesia Crude Price (ICP) sudah diangka 70-75 USD/per barel dan nilai tukar rupiah saat ini bergerak diangka Rp 14.000, sangat jauh dari asumsi awal," kata Anggota Komisi VII DPR RI, Rofi' Munawar.

Legislator asal Fraksi PKS itu menambahkan, saat ini capaian APBN 2018 jika dicermati beberapa asumsi disektor migas tidak sesuai dengan realisasi yang terjadi, khususnya pada kuartal I 2018.

Meski asumsi makro kini meleset, seperti Harga Batubara Acuan (HBA) pada Juli 2018 mencapai USD104,65 per ton dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) periode Juni 2018 mencapai USD 70, 36 per barel, padahal rata-rata harga minyak dahulu diasumsikan pada angka USD 48 per barel.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terdepresiasi menembus level Rp14.000 per USD, padahal saat itu nilai tukar rupiah dipatok di angka Rp 13.400 per USD.

Selain itu, asumsi lifting minyak 800.000 bph, realisasinya hanya 750.300 bph. Terakhir, asumsi lifting gas 1,200 juta barel setara minyak, ... Baca halaman selanjutnya