Harga Telur Ayam Meroket, Ini Penyebabnya

"Hal ini kemudian membuat daya beli masyarakat melemah"
Ilustrasi (Aktiual.com)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Harga telur ayam dalam beberapa waktu belakangan diketahui meningkat, di beberapa daerah seperti Kota Padang, Sumatera Barat peningkatan harga telur ayam bahkan mencapai 80 persen.

Berdasarkan penelusuran, kenaikan harga telur ayam di sejumlah kawasan di Sumatera Barat sendiri sudah mulai dirasakan sejak dua pekan ini. Hal ini kemudian membuat daya beli masyarakat melemah.

"Biasanya Rp800 perbutir, sekarang bisa Rp1500 perbutir. Dengan harga segitu, masyarakat jadi enggan membeli, dan otomatis pendapatan kami menurun," kata salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Rahmadeli.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku bahwa peningkatan harga telur ayam disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah penurunan produktivitas ayam.

"Ini juga dilakukan penelitian oleh dinas dan kementerian kita sepakat kurangi kadar obat-obatan agar lebih sehat terutama antibiotik tapi cukup berisiko," sebut Enggar.

Menurut dia, masa libur lebaran yang panjang membuat suplai ke pasar terjadi pengurangan yang signifikan. Pasalnya, mulai dari pekerja peternakan hingga pedagang saat itu juga libur sehingga tidak ada yang memasok ke konsumen.

"Dari sisi sulpai ke pasar sampai ke langsung ke konsumen terjadi pengurangan yang diakibatkan masa libur yang panjang ini ternyata para mereka yang kerja di peternakan juga mau cuti," ungkapnya.

Bahkan, dilansir dari Suara.com-jaringan Klikpositif, tambah dia, cuaca ekstrim yang terjadi beberapa saat lalu juga menjadi penyebab naiknya harga telur dan daging ayam.

"Kita bukan cari ayam hitam ada juga cuaca ekstrim. Kita lihat di Dieng bersalju," kata dia.

Enggar menjelaskan bahwa kenaikan harga biasanya terjadi pada saat H-7 menjelang Ramadan termasuk telur dan ayam. Sejak H-10, ia sudah mulai mengimbau semua pihak agar masing-masing mengendalikan diri agar ... Baca halaman selanjutnya