Saham Asia Turun Setelah Penurunan Harga Minyak

"Sementara dolar stabil menjelang kesaksian kongres pertama Ketua Federal Reserve Jerome Powell"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Bursa saham Asia merosot terbebani penurunan tajam harga minyak mentah setelah pelabuhan Libya dibuka kembali pada perdagangan hari ini, Selasa, 17 Juli 2018. Sementara dolar stabil menjelang kesaksian kongres pertama Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Semalam di Wall Street, Dow naik tipis 0,2 persen tetapi S & P 500 kehilangan 0,1 persen karena saham energi terpukul oleh penurunan minyak yang mengimbangi lonjakan dalam keuangan. Indeks MSCI terluas dari saham Asia Pasifik di luar Jepang adalah 0,5% lebih rendah setelah dua sesi kenaikan.

Saham China memperpanjang kerugian setelah penurunan pada hari sebelumnya pada data ekonomi lemah. Shanghai Composite Index turun 0,7 persen dan Hang Seng Hong Kong turun 0,9 persen. Saham Australia turun 0,4 persen dan KOSPI Korea Selatan turun 0,2 persen. Nikkei Jepang melawan tren dan naik 0,5 persen.

Harga minyak mentah merosot lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin (17/8), dengan Brent berjangka mencapai level terendah tiga bulan dari $ 71,52 per barel, karena pelabuhan Libya dibuka kembali dan pedagang mengamati potensi kenaikan pasokan oleh Rusia dan produsen lainnya.

Dilansir dari laman reuters, kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi kuartal kedua China juga membebani harga minyak. Perekonomian negara berkembang dengan laju yang lebih lambat karena upaya Beijing untuk menahan aktivitas utang melukai, sementara pertumbuhan output pabrik Juni melemah ke level terendah dua tahun.