Pembiayaan Utang Negara Turun Meski Jumlah Meningkat Tipis

"Dari sisi pembiayaan anggaran (Semester I APBN Tahun 2018), pembiayaan utang sudah terealisir Rp176 triliun"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah sejauh ini berkomitmen untuk terus mengelola utang sebagai sumber pembiayaan APBN secara hati-hati dan pinjaman tersebut dapat terus diturunkan.

Dari sisi pembiayaan anggaran (Semester I APBN Tahun 2018), pembiayaan utang sudah terealisir Rp176 triliun. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu (2016) yang mencapai Rp207 triliun semester I dan tahun 2016 Rp278 triliun dan (tahun) 2015 (sebesar) Rp184 (triliun) hanya lebih sedikit dari tahun 2014.

"Jadi, dalam hal ini terlihat sekali bahwa pembiayaan utang kita terus kita turunkan semenjak puncaknya tercapai tahun 2016 dan kita mulai menstabilkan di tahun 2018 dengan kinerja dari keseimbangan primer maupun dari total defisit," papar dia kemudian.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia periode akhir Mei mencapai 358,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 5.127 triliun (kurs Rp 14.300) atau meningkat 6,8 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan, meski naik 6,8 persen, namun kenaikannya mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi baik pada ULN sektor pemerintah maupun ULN sektor swasta.

"ULN pemerintah tumbuh melambat dipengaruhi oleh pelepasan SBN domestik oleh investor asing sejalan dengan perkembangan likuiditas global," katanya.

Untuk posisi ULN Pemerintah pada Mei 2018 turun dibandingkan dengan posisi akhir April 2018, ini karena adanya net pelunasan pinjaman dan berlanjutnya aksi pelepasan surat berharga negara (SBN) domestik oleh investor asing.

Dengan perkembangan tersebut, ULN Pemerintah pada Mei 2018 tumbuh melambat menjadi sebesar 179,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2.563 triliun.

Komposisi ULN Pemerintah itu terbagi dalam SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik nonresiden sebesar ULN 124,6 miliar dolar AS dan pinjaman ... Baca halaman selanjutnya