Harga Minyak Kembali Jatuh di Bawah $ 50

"Meningkatnya kekhawatiran ekonomi di Asia dan penguatan dolar AS"
Harga Minyak Kembali Jatuh di Bawah $ 50 (http://www.reuters.com/)

KLIKPOSITIF - Harga minyak jatuh pada awal perdagangan Senin (13/6) karena meningkatnya kekhawatiran ekonomi di Asia dan penguatan dolar AS. Hal itu juga membuat impor bahan bakar bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain yang lebih mahal.

Dilansir dari laman reuters, Internasional Brent minyak mentah berjangka jatuh kembali di bawah $ 50 per barel, diperdagangkan pada $ 49,89 di 0127 GMT, turun 65 sen, atau 1,29 persen, dari pemukiman terakhir mereka. US West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah turun 78 sen, atau 1,5 persen, pada $ 48,29 per barel.

Pihak ANZ Bank mengatakan minyak sedang ditarik ke bawah oleh penurunan tajam dalam risk appetite dan "US dolar dan kas reli". Dolar pulih sekitar 1,3 persen dari posisi terendah Juni terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena didorong prospek kenaikan potensial suku bunga AS dan kekhawatiran atas ekonomi Asia, yang menyeret mata uang di sana.

Sebuah penguatan greenback membuat impor minyak diperdagangkan dalam dolar lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya dan berpotensi memukul permintaan dan membebani harga. Namun masalah utama di pasar minyak adalah prospek ekonomi gelap Asia.

Menurut survei bersama oleh Departemen Keuangan dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial, lengan Kantor Kabinet mnegatakan Indeks survei bisnis Jepang (BSI) dari sentimen di produsen besar berdiri di minus 11,1 pada bulan April-Juni, dibandingkan dengan minus 7,9 pada bulan Januari-Maret

Selain itu, kekhawatiran pertumbuhan di China juga terjadi karena kelebihan kapasitas industri dan utang spiral.

Dengan pertumbuhan ekonomi outlook gelap Asia, banyak spekulan minyak telah terjual habis dari posisi lama yang telah mengambil keuntungan dari hampir dua kali lipat harga minyak mentah sejak mencapai lebih dari terendah dekade awal tahun ini.