Pemprov Sumbar Bidik Peluang Ekspor Rempah ke Maroko

"Pemerintah provinsi telah menjalin hubungan dengan pemerintah Maroko"
Ilustrasi rempah-rempah (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah mengupayakan pencapaian target investasi yang dipatok Rp4,1 triliun di tahun 2018. Jumlah ini meningkat dua kali lipat lebih dari target tahun 2017 lalu.

Untuk mendorong pencapaian tersebut, pemerintah provinsi tengah membidik peluang ekspor rempah-rempah ke negara di Afrika Utara.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatra Barat (Sumbar), Maswar Dedi mengatakan, negara yang tengah dibidik adalah Maroko.

Saat ini, kata dia, pemerintah provinsi telah menjalin hubungan dengan pemerintah Maroko melalui Kementerian Perdagangan dalam sebuah pertemuan forum bisnis.

"Mereka berminat, rempah-rempah yang diinginkan adalah gambir. Namun, investasi yang mereka inginkan semacam pendirian pabrik untuk pengelolaan gambir, sehingga gambir Sumbar tidak langsung dijual, tapi dikelola dulu," katanya.

Selain Maroko, Pemprov Sumbar juga akan mendatangi Rusia. Di negara tersebut, Sumbar akan menjual potensi energi terbarukan dan pariwisata di Mentawai.

Diketahui, kini Mentawai menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Barat untuk berliburan dan menikmati olahraga selancar ombak atau Surfing.

"Saya baru tahu kalau 80 persen wisatawan asing itu datang ke Mentawai. Mereka datang dari berbagai negara yang hobi bermain selancar seperti Brazil. Apalagi di bulan Juli ini kondisi ombak sangat tinggi di Mentawai, jadi saat ini wisman banyak ke Mentawai," pungkasnya kemudian.

[Joni Abdul Kasir]