Biaya Navigasi Penerbangan akan Naik Bertahap Hingga Awal 2019

"Secara persentase, kenaikan tarif ini mencapai 133 persen"
Ilustrasi petugas navigasi sedang mengatur jalur penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perhubungan akan menaikkan biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan (PJNP) secara bertahap hingga awal tahun 2019 mendatang, atau tepatnya pada bulan Januari 2019.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menjelaskan penyesuaian biaya PJNP en-route domestik dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000,- per route unit sejak 23 Juni 2018.

Kemudian akan naik lagi menjadi Rp5.000 pada 21 September 2018, Rp6.000 pada 20 Desember 2018, dan Rp7.000 pada 1 Januari 2019. Secara persentase, kenaikan tarif ini mencapai 133 persen.

Formulasi perhitungan total PJNP setiap penerbangan adalah tarif besaran tarif PJNP en-route dikalikan dengan berat pesawat (dalam satuan ton) dan jarak yang ditempuh (dalam satuan kilometer) setiap penerbangan.

"Penaikan tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan nomor 853/2018 tentang Penetapan Biaya PJNP," katanya dalam sebuah siaran pers.

Pnaikan tarif ini masih di bawah besaran tarif PJNP untuk penerbangan en-route internasional yaitu US$0,65 atau sekitar Rp9.000 dengan nilai kurs dollar sebesar Rp13.850. Adapun, regulasi tersebut telah ditetapkan sejak 25 Mei 2018.

Agus menjelaskan persetujuan penyesuaian biaya tersebut telah mempertimbangkan masukan-masukan dari pengguna jasa, sehingga penaikan dilakukan secara bertahap.

Mekanisme penaikan tarif telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 17/2014 tentang Formulasi dan Mekanisme Penetapan Biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan sebagaimana diubah menjadi Permenhub nomor 103/2015.

Proses dan mekanisme yang dimaksud, lanjutnya, adalah konsultasi dengan pengguna jasa, menelaah dampak usulan penyesuaian biaya, serta evaluasi teknis dan keuangan (cost recovery).

Menurutnya, navigasi penerbangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem ... Baca halaman selanjutnya