Kemenperin: Pasokan Semen Nasional Masih Over Supply

Ilustrasi pabrik Semen
Ilustrasi pabrik Semen (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Perindustrian mencatat, saat ini pasokan semen di Indonesia masih berlebih, artinya, produksi semen melebihi kebutuhan yang ada saat ini.

Menurut catatan, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, secara keseluruhan produksi semen di Indonesia saat ini mencapai 100 juta ton, sedangkan angka kebutuhan hanya sekitar 60 hingga 68 juta ton.

"Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang over supply. Begitu ada demand meningkat, mereka berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi, sehingga over kapasitas," katanya.

Baca Juga

Dengan kondisi seperti itu, ia mendorong industri semen di dalam negeri untuk mengambil peluang pasar ekspor.

"Meskipun kalau ekspor itu return-nya akan lebih rendah, tetapi akan kita dorong. Seperti kita ketahui, sekarang di Vietnam posisinya juga sama, over supply karena Indonesia sendiri punya pabrik di Vietnam," sebut Airlangga.

Kemudian ia juga meminta kepada pelaku industri semen di dalam negeri agar terus membangun ekosistem inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional.

Inovasi tersebut bisa menjadi keuntungan bagi perusahaan karena lebih efisien terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksi semen nasional.

"Industri semen diharapkan dapat melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0 yang dapat diterapkan secara bertahap," tutur dia.

Hal ini untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi agar mencapai hasil yang maksimal.

Sementara itu di sisi lain, saat ini Airlangga juga mengaku bahwa pemerintah tengah mengupayakan agar semen nasional bisa mengambil bagian dalam proyek pembangunan yang saat ini tengah berjalan, terutama yang dicanangkan pemerintah.

"Untuk itu, kami berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta instansi lainnya, sehingga utilisasi industri semen nasional dapat ditingkatkan," papar dia.

Langkah lainnya adalah dengan mengarahkan kepada industri-industri di dalam negeri yang menggunakan bahan baku clinker, diharapkan dapat menyerap dari produksi lokal. Upaya ini guna mengurangi impor produk serupa.

"Mekanisme yang kita bisa lakukan selanjutnya adalah dengan bea masuk anti dumping (BMAD) apabila kita melihat ada impor yang meningkat dan harga lebih murah dari domestik," pungkas Airlangga.

Airlangga menegaskan, kebijakan-kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang.

"Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib," tegasnya kemudian.(*)

Sumber: Kemenperin

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa