Penerimaan Pajak Negara Hingga Juli 2018 Tumbuh 14,36 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBN Kita bulan Agustus 2018 mencatat, realisasi penerimaan pajak untuk periode Januari hingga Juli 2018 tercatat sebesar Rp687,17 triliun. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, capaian ini tumbuh sebesar 14,36 persen secara year-on-year.

Apabila penerimaan uang tebusan dari program Tax Amnesty yang sifatnya tidak berulang selama bulan Januari-Maret 2017 sebesar Rp12,03 triliun tidak dimasukkan dalam penghitungan pertumbuhan, maka realisasi penerimaan periode itu mengalami pertumbuhan sebesar 16,69 persen dari periode yang sama tahun 2017.

Pertumbuhan positif ini ditopang oleh pertumbuhan PPh Non Migas sebesar 14,44 persen, PPh Migas sebesar 14,21persen, PPN dan PPnBM sebesar 14,26 persen, serta PBB & Pajak Lainnya yang tumbuh sebesar 14,48 persen.

Baca Juga

Secara umum pertumbuhan penerimaan pajak sampai dengan Juli 2018 ditopang oleh jenis-jenis penerimaan pajak yang berasal dari aktivitas impor dan produksi.

Pertumbuhan penerimaan beberapa jenis pajak utama, seperti PPh Pasal 21, PPh Badan, PPh Final, PPh Pasal 22 Impor dan PPN Impor, serta PPN Dalam Negeri merupakan cerminan kondisi perekonomian Indonesia yang tumbuh sebesar 5,06 persen pada Triwulan I-2018 dan meningkat menjadi 5,27 persen pada Triwulan II-2018.

Beberapa jenis pajak bahkan mencatatkan pertumbuhan di atas 20 persen, seperti PPh Badan (tumbuh 23,28 persen), PPh Orang Pribadi (tumbuh 20,52 persen), PPh Pasal 22 Impor dan PPN Impor yang masingmasing tumbuh 28,32 persen dan 27,46 persen.

Pertumbuhan PPh Pasal 21 pada periode Januari-Juli 2018 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, dari sebesar 0,57 persen naik menjadi 16,13 persen.

Faktor utama peningkatan ini adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 bagi PNS, TNI-POLRI, dan-untuk pertama kalinya-para pensiunan, sehubungan dengan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, serta pencairan THR bagi pegawai/buruh/karyawan swasta.

Pembayaran THR, Gaji ke-13 dan adanya gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, juga mendorong peningkatan penerimaan PPN Dalam Negeri di sektor Perdagangan, yang sepanjang periode tersebut mampu tumbuh 19,43 persen, lebih besar dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 13,54 persen.

Meskipun penerimaan PPN sektor Perdagangan mampu tumbuh mencapai 19,43 persen, namun perlambatan pertumbuhan PPN di sektor Industri Pengolahan mengakibatkan secara keseluruhan PPN-DN hanya tumbuh 8,10 persen sepanjang periode Januari-Juli 2018, lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang tumbuh sebesar 11,94 persen.

Peneriman PPN-DN di beberapa subsektor Industri Pengolahan, terutama yang menghasilkan barang konsumsi rumah tangga, sebenarnya mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, seperti Industri Minuman (tumbuh 25,81 persen), Industri Tekstil (tumbuh 223,46 persen), dan Industri Pakaian Jadi (tumbuh 80,41 persen).

Namun demikian, adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) beberapa Wajib Pajak besar penentu penerimaan di subsektor Industri Pengilangan mendilusi pertumbuhan PPN-DN tersebut.

Terjanganya kinerja positif penerimaan pajak juga tercermin dari penerimaan sektor usaha utama yang tumbuh cukup bagus, seperti Industri Pengolahan (12,48 persen), Perdagangan (30,36 persen) dan Pertanian (35,75 persen).

Khusus untuk sektor Pertambangan, pertumbuhannya bahkan mencapai 78,08 persen seiring dengan trend kenaikan harga komoditas. Harga Batubara Acuan sebagai contoh, dalam dua tahun terakhir naik dari USD 53,2 per ton pada bulan Januari 2016 menjadi USD 104,65 per ton pada bulan Juli 2018.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa