Rasio Utang Negara Masih 29 Persen dari PDB

"Persentase tersebut masih jauh di bawah batas 60 persen"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBN Kita mencatat, hingga akhir Juli 2018, Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan Rp14.302,21 triliun. Dengan jumlah PDB tersebut.

Dari data itu, artinya rasio utang Pemerintah per akhir Juli tetap terjaga di bawah 30 persen atau sebesar 29,74 persen. Persentase tersebut masih jauh di bawah batas 60 persen terhadap PDB sebagaimana ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara Nomor 17 Tahun 2003.

Komposisi utang Pemerintah pada akhir Juli 2018 terdiri dari pinjaman sebesar 18,33 persen dan SBN sebesar 81,35 persen. Sejalan dengan pengutamaan pengadaan utang dari dalam negeri, khususnya melalui SBN, pertumbuhan SBN secara year-on-year lebih tinggi dibandingkan pinjaman.

"Secara umum sebenarnya instrumen pinjaman merupakan pelengkap bagi sumber pembiayaan utang Pemerintah," tulis Kemenkeu dalam laporan tersebut.

Khusus untuk pinjaman multilateral dan pinjaman yang berasal dari supplier dengan fasilitas kredit ekspor, pertumbuhannya masih di atas dua digit.

Sedangkan pinjaman dengan fasilitas kredit ekspor masih diperlukan meskipun dalam jumlah yang kecil untuk mendukung kegiatan-kegiatan pembangunan, dimana terdapat kerja sama dengan lembaga pemberi fasilitas kredit ekspor, sehingga beban pembiayannya dapat ditekan lebih murah.

Dari sisi instrumen SBN, Sukuk Negara khususnya yang berdenominasi Rupiah tercatat tumbuh secara year-on-year sebesar 15,82 persen.

Tingginya pertumbuhan Sukuk Negara berdenominasi Rupiah salah satunya dipengaruhi oleh semakin berkembangnya peran Project Financing Sukuk (PFS) yang mulai diluncurkan Pemerintah pada tahun 2013 sebagai salah satu alternatif pembiayaan proyek selain dari pinjaman luar negeri.

Sampai dengan tahun 2018, jumlah Kementerian dan Lembaga yang kegiatannya memperoleh pembiayaan dari PFS mencapai tujuh Kementerian dan Lembaga dengan total pembiayaan sekitar Rp22,53 triliun, antara ... Baca halaman selanjutnya