Asumsi Makro Tahun 2019 Ketok Palu, Ini Rinciannya

"Asumsi makro disusun untuk digunakan dalam perhitungan RAPBN 2019 yang kredibel dan fleksibel"
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Kemenkeu)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintan melalui Kementerian Keuangan bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) telah menyepakati asumsi makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019 mendatang.

Dalam rapat kerja tersebut, DPR dan pemerintah menyepakati angka pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% di tahun 2019 mendatang, dengan inflasi 3,5%.

"Lalui nilai tukar Rp14.400 per dolar AS, dan suku bunga SPN 3 bulan 5,3%. Disetujui ya?," kata Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng sambil kemudian mengetuk palu tanda persetujuan.

Sedangkan untuk target pembangunan, komisi XI dan pemerintah menyepakati tingkat pengangguran 4,8-5,2 persen, tingkat kemiskinan 8,5–9,5 persen, indeks gini rasio 0,3880–0,390, dan indeks pembangunan manusia 71,98.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti saat ini asumsi makro disusun untuk digunakan dalam perhitungan RAPBN 2019 yang kredibel dan fleksibel.

"Asumsi makro 2019 untuk kita gunakan di dalam mendukung perhitungan RAPBN 2019 secara kredibel dan juga kita harapkan cukup fleksibel menghadapi ketidakpastian," ucapnya.

Sri Mulyani menegaskan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pemerintah akan melakukan kebijakan yang tidak hanya menekankan pencapaian secara kuantitatif.

Namun, menurutnya pemerintah juga akan tetap mengutamakan kualitas dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri seperti pengurangan angka kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, dan indeks pembangunan ekonomi lainnya.

"Pemerintah ingin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak diukur hanya dari tingkat kuantitatif, tapi kami juga menekankan pada sisi kualitatif yaitu dari kualitas pertumbuhan ekonomi," tegasnya kemudian.(*)

Sumber: Kemenkeu