Realisasi Penerimaan Pajak Januari-Agustus 2018 Tertinggi dalam Empat Tahun

"Realisasi penerimaan pajak untuk periode Januari-Agustus 2018 adalah sebesar Rp799,46 triliun"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBN Kita bulan September 2018 mencatat, realisasi penerimaan pajak untuk periode Januari-Agustus 2018 adalah sebesar Rp799,46 triliun.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, terjadi pertumbuhan sebesar 16,52 persen secara year-on-year, yang merupakan pertumbuhan tertinggi pada periode tersebut selama empat tahun terakhir.

Berdasarkan catatan, penerimaan uang tebusan dari program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty/TA) yang sifatnya tidak berulang (one-off) selama bulan Januari-Maret 2017 sebesar Rp12,03 triliun tidak dimasukkan dalam penghitungan pertumbuhan.

Realisasi penerimaan periode Januari-Agustus 2018 mengalami pertumbuhan sebesar 18,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Pertumbuhan positif ini ditopang oleh pertumbuhan PPh dan PPN & PPnBM, yang keduanya tumbuh double digit.

Jika dirinci lebih lanjut, PPh Non Migas tumbuh sebesar 15,74 persen, PPh Migas tumbuh sebesar 19,18 persen, PPN danPPnBM tumbuh sebesar 15,06 persen, sedangkan PBB dan Pajak Lainnya tumbuh sebesar 121,45 persen.

Secara umum pertumbuhan penerimaan pajak tidak lepas dari pertumbuhan jenis-jenis pajak utama yang menunjukkan kinerja cukup baik.

Melanjutkan trend sepanjang 2018, PPh Pasal 25/29 tumbuh di atas 20 persen, dengan PPh Pasal 25/29 Badan tumbuh 23,34 persen sedangkan PPh 25/29 Orang Pribadi tumbuh 21,13 persen.

Kemudian untuk PPh Pasal 21 tumbuh 16,36 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 2,38 persen.
Pertumbuhan paling signifikan dicatatkan oleh pajak-pajak atas impor, melanjutkan tren pertumbuhan tahun 2017. PPh Pasal 22 Impor tumbuh 25,62 persen (naik dari 17,26 persen), PPN Impor tumbuh 27,43 persen (naik dari 19,81 persen) serta PPnBM Impor tumbuh 2,47 persen setelah di tahun 2017 mengalami pertumbuhan negatif (6,55 persen).

Secara umum, pajak atas ... Baca halaman selanjutnya