Indonesia Perkuat Investasi dan Teknologi dengan Finlandia

"Area yang berpeluang untuk kerja sama kedua negara di sektor industri"
Pertemuan antara Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen di Jakarta (Kemenperin)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Republik Indonesia terus menjajaki peluang kerjasama baru dengan pemerintah Finlandia dalam upaya peningkatan investasi guna memperdalam struktur industri manufaktur nasional.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, beberapa sektor yang berpotensi untuk dikembangkan oleh kedua negara, antara lain industri pulp dan kertas serta pembangunan pusat inovasi dan teknologi.

"Area yang berpeluang untuk kerja sama kedua negara di sektor industri, meliputi industri berbasis agro khususnya pulp dan kertas serta mendorong pembangunan science and technology park," katanya dalam sebuah pernyataan resmi.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada tahun 2018, investor Finlandia menanamkan modalnya di sektor industri kertas, barang dari kertas dan percetakan untuk dua proyek senilai USD1,75 juta.

Realisasi investasi ini menurutnya, bisa memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Airlangga menjelaskan, industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektoryang diprioritaskan pengembangannya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional.

"Hal ini sangatlah tepat karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif terutama terkait bahan baku, di mana produktivitas tanaman kita jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim subtropis," tuturnya.

Belakangan ini, menurut Airlangga, negara-negara North America dan Scandinavia (NORSCAN) yang menjadi pemasok utama pulp dan kertas di dunia, menunjukkan kecenderungan produksi yang semakin menurun.

"Saat ini telah bergeser ke Asia Tenggara terutama Indonesia serta negara-negara Amerika Latin seperti Chili, Brasil, dan Uruguay," ungkapnya.

Kementerian Perindustrian memperlihatkan, daya saing industri pulp dan kertas Indonesia di ... Baca halaman selanjutnya