Rupiah Melemah, Komisi XI DPR: Indonesia Tidak akan Kiamat

"Pelemahan nilai tukar rupiah ini diindikasikan akan berlangsung hingga pertengahan 2019 nanti"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta agar masyarakat bisa turut mengawal ketat upaya pemulihan nilai tukar rupiah terhadap dolar, yang dilakukan oleh pemerintah.

Hal itu dikatakan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno. Menurut dia, langkah pengawalan yang dilakukan bisa dengan memperkuat daya saing. Hal ini dikhususkan untuk para pelaku usaha.

Pasalnya, legislator PDI-Perjuangan ini menyampaikan, pelemahan nilai tukar rupiah ini diindikasikan akan berlangsung hingga pertengahan 2019 nanti.

"Memang kalau kita lihat ada dugaan pelemahan rupiah ini akan berlangsung sampai pertengahan tahun 2019. Tetapi sebenarnya sejarah rupiah melemah bukan hal yang baru. Sejarah Indonesia merdeka itu hampir identik dengan sejarah pelemahan rupiah," katanya dalam sebuah pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa saat ini diharapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan segala peluang sekecil apapun untuk menjaga daya saing Indonesia di pasar Internasional.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk me-rebound nilai tukar rupiah itu memang membutuhkan tenaga yang besar dan waktu yang lebih lama. Akan tetapi, ia tidak menampik bahwa Indonesia akan dapat melakukannya pada suatu hari nanti.

"Jangan sampai pelemahan rupiah yang seharusnya membuat produk-produk kita memiliki daya saing di pasar internasional tidak bisa kita manfaatkan seperti itu. Nah tentu untuk perencanaan jangka panjang memang kita harus membangun daya saing nasional yang kuat," tukas dia.

Diketahui, langkah-langkah pemerintah dalam mengembalikan nilai tukar rupiah disebut Hendrawan meliputi menaikkan suku bunga dalam negeri, dan memberikan insentif terhadap devisa hasil ekspor.

Kemudian memberikan sinyal bahwa kredit masih ekspansif, kemudian anggaran belanja negara diperkuat dan defisitnya diperkecil, dan mengurangi transaksi ... Baca halaman selanjutnya