Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp938 Triliun Hingga September 2018

"Jika dipersentasekan, angka tersebut sama dengan 64,54 persen dari pagu alokasi APBN 2018"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan dalam laporan keuangan APBN Kita edisi Oktober 2018 menjelaskan bahwa realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) hingga akhir bulan September lalu mencapai Rp938,78 triliun.

Jika dipersentasekan, angka tersebut sama dengan 64,54 persen dari pagu alokasi APBN 2018. Realisasi BPP tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Realisasi anggaran BPP dikelompokan dalam dua bagian, terdiri atas (1) realisasi belanja K/L sebesar Rp511,46 triliun atau 60,35 persen dari pagu alokasi APBN tahun 2018.

Kemudian realisasi belanja non-K/L sebesar Rp427,32 triliun atau 70,39 persen dari pagu alokasi APBN tahun 2018.

Kinerja BPP tersebut menunjukkan perbaikan apabila dibandingkan dengan kinerja realisasi pada periode yang sama tahun 2017.

Hal tersebut dipengaruhi oleh kemajuan implementasi program-program yang dilaksanakan oleh K/L, yang dalam tahun 2018 terus didorong percepatan pelaksanaannya.

Lalu pencairan dana cadangan program JKN, serta penanggulangan pasca bencana alam di Lombok. Realisasi ini merupakan pengeluaran BPP yang relatif besar di bulan September.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa, pengeluaran yang direalisasikan digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

"Pemerintah telah menyiapkan anggaran dan melakukan pencairan dana untuk penanggulangan pasca bencana alam," tulis Kemenkeu.

Penanggulangan bencana alam tersebut dipergunakan untuk memberikan bantuan stimulan rumah bagi bagi 42.115 unit rumah di Lombok, terdiri atas 23.347 unit rumah rusak berat, 4.478 unit rumah rusak sedang, dan 14.392 unit rumah rusak ringan.

Selain itu, untuk menangani bencana di Lombok, Pemerintah melalui kementerian/lembaga telah merealisasikan bantuan logistik, santunan ahli waris, paket sembako, dapur umum, logistik kesehatan lingkungan, obat-obatan, logistik gizi bantuan, guru, ... Baca halaman selanjutnya