Arief Yahya: Devisa Sektor Pariwisata Tumbuh 14,77 Persen

"Peningkatan indeks daya saing berdasarkan data World Economic Forum (WEF), menurut Menpar, tahun 2013 Indonesia pada posisi 70, 2015 pada posisi 50, dan 2017 pada posisi 42, sedangkan target 2019 berada pada posisi 35."
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyampaikan bahwa saat ini pengembangan sektor pariwisata dilakukan dalam rangka mendorong daya saing dan sebagai sumber daya utama devisa.

“Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata nasional yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Devisa pariwisata pada 2017 tumbuh 14,77 persen dari 2016,” ujar Arief saat Konferensi Pers 4 Tahun Pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres JK, di Aula Gedung 3, Kemensetneg, Jakarta, Selasa (23/10).

Peningkatan indeks daya saing berdasarkan data World Economic Forum (WEF), menurut Menpar, tahun 2013 Indonesia pada posisi 70, 2015 pada posisi 50, dan 2017 pada posisi 42, sedangkan target 2019 berada pada posisi 35.

Dalam kesempatan itu, Menpar menyampaikan bahwa Wonderful Indonesia pada tahun 2017 mendapatkan 21 penghargaan di 10 negara sedangkan pada tahun 2018 memperoleh 31 penghargaan dari berbagai ajang di 9 negara.

World Travel and Tourisme Council (WTTC), tambah Menpar, mengumumkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi nomor 9 di dunia.

“Jadi di Asia kita nomor 3 dan di ASEAN kita nomor 1,” ujar Menpar seraya menyampaikan pesan Presiden bahwa persaingan saat ini bukan yang besar dan yang kecil tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat karena bisnis atau industri, kecepatan itu ditunjukkan dengan pertumbuhan.

Terkait kecepatan pertumbuhan, Menpar menyampaikan bahwa Indonesia telah membuktikan dalam pariwisata pada tahun 2018 nomor 9 di dunia yang berarti tahun 2017 Indonesia menjadi salah satu negara tercepat dalam pertumbuhan pariwisata di dunia.

“Kita tumbuh 20 persen. Di ASEAN, market kita tumbuh 7 persen, di dunia tumbuh 6,4 atau dengan kata lain kita tumbuh 3 kali lipat dari market,” tambahnya.

Meski harus disadari dan diakui, lanjut Menpar, bahwa Vietnam performance-nya ... Baca halaman selanjutnya