Ini Postur Sementara Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBN-P 2016

"Usulan itu lebih rendah dari usulan pemerintah dalam RAPBN-P 2016"
Ilustrasi (http://www.kemenkeu.go.id/)

KLIKPOSITIF - Dana untuk asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,2 persen. Usulan itu lebih rendah dari usulan pemerintah dalam RAPBN-P 2016 yang sebesar 5,3 persen.

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyampaikan hal itu dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Ruang Rapat Badan Anggaran DPR, Jakarta, Selasa (21/06).

Dilansir dari laman kemenkeu, Menkeu memaparkan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN-P 2016 hasil kesepakatan Panja A. Sementara, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) disepakati sebesar 40 dolar AS per barel.

"Harga minyak mentah Indonesia yang disepakati dalam Panja A 40 dolar AS per barel, lebih tinggi daripada RAPBN-P 2016 (yang diusulkan pemerintah), 35 dolar AS per barel," ujarnya.

Ia melanjutkan, asumsi lifting minyak disepakati 820 ribu barel per hari dan asumsi lifting gas 1.150 ribu barel setara minyak per hari.

“Untuk lifting minyak menjadi 820 ribu barel, sedangkan lifting gas diposisi 1,15 juta barel per hari setara minyak, sedikit lebih tinggi daripada RAPBN-P 2016," terangnya.

Asumsi lifting minyak dan lifting gas yang diusulkan pemerintah dalam RAPBN-P 2016 masing-masing sebesar 810 ribu barel per hari dan 1.115 ribu barel setara minyak per hari.

Sementara itu, tidak ada perubahan untuk asumsi inflasi yakni sebesar 4,7 persen; tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,5 persen; dan nilai tukar rupiah sebesar Rp13.500 per dolar AS.