Defisit APBN 2019 Dipatok Lebih Rendah dari Tahun Ini

"Defisit ini lebih rendah dari outlook 2018 sebesar 2,12 persen terhadap PDB"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa defisit APBN 2019 ditarget lebih rendah dari outlook 2018.

Ia menjelaskan bahwa defisit APBN 2019 tetap bersifat ekspansif dan ditetapkan sebesar Rp296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB.

"Defisit ini lebih rendah dari outlook 2018 sebesar 2,12 persen terhadap PDB atau sebesar Rp314,2 triliun. Rasio defisit APBN dan defisit keseimbangan primer ini yang terendah sejak tahun 2013," katanya.

Untuk menutup defisit APBN 2019, menurut dia, pembiayaan anggaran ditetapkan sebesar Rp296 triliun atau turun 5,8 persen dari outlook APBN tahun 2018.

Pembiayaan anggaran berasal dari pernbiayaan utang baik berupa Surat Berharga Negara (SBN) Konvensional dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Pembiayaan utang tersebut tumbuh negatif sebesar minus 7,3 persen dari outlook APBN tahun 2018.

Sementara untuk pembiayaan utang tahun 2019 menurun dari tahun-tahun sebelumnya dan bahkan menjadi yang terendah dari 5 tahun terakhir.

Untuk diketahui, Belanja Pemerintah Pusat dalam APBN 2019 sebesar Rp1.634 triliun (meningkat Rp 7,0 triliun dari usulan RAPBN 2019).

Jumlah tersebut terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 855,4 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp778,9 triliun.(*)