Investor Alihkan Portofolio ke Posisi Aman Jelang Referendum Inggris

"Nilai kurs pound sterling terhadap dolar AS melesat ke level tertinggi"
Ilustrasi (d2osdnqd2igqfx.cloudfront.net)

KLIKPOSITIF - Menjelang referendum masa depan Inggris Raya di Uni Eropa (Brexit), para investor mengalihkan portofolio sahamnya ke tempat aman.

Nilai kurs pound sterling terhadap dolar AS melesat ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir setelah investor mengambil posisi "short" (menjual pada harga tertentu demi membelinya lagi dalam posisi lebih rendah) menjelang referendum Brexit hari ini.

Dilansir dari laman reuters, dua jajak pendapat sebelum referendum yang diterbitkan beberapa jam sebelum pemungutan suara untuk masa depan Inggris di Uni Eropa. Kubu 'Remain' (Inggris tetap di dalam Uni Eropa) mengungguli kubu "Leave" (keluar dari Uni Eropa) sehingga perdagangan di bursa Asia berlangsung tidak menentu, bergerak tipis dan berhati-hati.

Indeks MSCI yang menjadi benchmark saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,2 persen. Sedangkan kebanyakan pasar saham Asia bergerak datar sampai sedikit negatif dan hanya Nikkei Jepang memetik insentif di perdagangan hari ini.

Analis pasar pada IG di Melbourne Angus Nicholson mengatakan pasar masih sangat gugup, sedangkan pergerakan tajam pasar kemungkinan terjadi pada 24 ke depan.

Berbagai indikator volatilitas pasar meninggi menjelang referendum. Para investor masih menunggu hasil referndum sambil menyiapkan dana besar untuk mengambil posisi yang dianggap tepat.

Hari ini, jajak pendapat dilakukan di Inggris untuk menentukan apakah Inggris akan tetap di Uni Eropa atau tidak. Pagi ini, pound sterling berada di level 1,4796 dolar AS setelah mencatat level tertinggi selama 2016 pada 1,4847 dolar AS.