Ternyata, Mencoret Uang Rupiah Bisa Masuk Penjara

"Uang yang berkondisi layak edar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia meminta masyarakat agar menjaga dan merawat uang Rupiah dengan baik agar uang rupiah layak edar di masyarakat.

Pasalnya uang yang berkondisi layak edar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah.

Bank sentral itu memaparkan, ada lima cara yang mudah dilakukan untuk menjaga dan merawat uang rupiah. Kelima cara itu adalah jangan dilipat, jangan dicoret, jangan Ddistapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Dalam hal ini, Bank Indonesia menyoroti praktek pencoretan uang yang kerap ditemui masyarakat saat bertransaksi.

Menurut BI, saat dicoret uang rupiah itu menjadi tidak layak edar, namun masih berlaku sebagai alat transaksi.

"Bagi masyarakat yang menerima uang Rupiah asli dalam kondisi tersebut, dapat menukarkannya ke Bank Indonesia atau Bank Umum terdekat," tulis Bank Indonesia dalam sebuah pernyataan resmi.

Sesuai amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah uang dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara.

Sanksi atas pelanggaran ketentuan tersebut adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sementara untuk memastikan mengenai keaslian uang rupiah kertas, salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).

Baik metode 3D maupun metode lain untuk mengenali keaslian uang, seperti menggunakan alat bantu berupa lampu UV dan kaca pembesar, memerlukan fisik uang kertas secara langsung dan tidak dapat dilakukan hanya melalui foto atau gambar.

Sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah, Bank Indonesia telah menyediakan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah yang dapat diakses secara bebas melalui website Bank Indonesia ... Baca halaman selanjutnya