Ekonomi Nasional Tumbuh 5,17 Persen di Triwulan III 2018, Ini Faktor Pendukungnya

"Angka tersebut terbilang lebih tinggi dari pada Triwulan III tahun 2017"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan keuangan APBNKita bulan November 2018 menjelaskan bahwa perekonomian nasional pada Triwulan III tahun 2018 mampu tumbuh sebesar 5,17 persen (yoy).

Angka tersebut terbilang lebih tinggi dari pada Triwulan III tahun 2017 sebesar 5,06 persen.

Pertumbuhan ekonomi Triwulan III tahun 2018 didorong oleh pertumbuhan PMTB dan konsumsi pemerintah, yang tumbuh masingmasing sebesar 6,96 persen (yoy) dan 6,28 persen (yoy).

Dalam laporan itu dijelaskan bahwa peningkatan konsumsi pemerintah sejalan dengan perbaikan pengelolaan belanja negara dalam APBN tahun 2018.

Namun, sektor luar negeri atau net ekspor mengalami defisit yang cukup dalam karena pertumbuhan impor yang cukup tinggi dibandingkan peningkatan ekspor.

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertumbuhan ekonomi dari sektor jasa lainnya tumbuh sebesar 9,19 persen (yoy), informasi dan komunikas tumbuh sebesar 8,98 persen (yoy), dan jasa perusahaan tumbuh sebesar 8,67 persen (yoy).

Masih tingginya defisit pada impor migas dan jasa meningkatkan pelebaran defisit transaksi berjalan pada triwulan III tahun 2018. Defisit Transaksi Berjalan tercatat sebesar USD8,8 miliar atau 3,37 persen terhadap PDB.

"Peningkatan defisit neraca transaksi berjalan ini dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa," demikian tulis Kemenkeu dalam laporannya.

Data menjelaskan bahwa penurunan kinerja neraca perdagangan barang terutama dipengaruhi oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas sejalan dengan masih tingginya permintaan domestik.

Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus yang terutama didukung oleh tumbuhnya ekspor sektor manufaktur meskipun mengalami penurunan porsi kontribusi seiring dengan peningkatan nilai ekspor sektor pertambangan.

Di sisi lain, meningkatnya defisit neraca jasa ... Baca halaman selanjutnya