Harga Beras Juga Jadi Pemicu Inflasi Sumbar Sepanjang November 2018

"Inflasi disebabkan karena kenaikan harga"
Ilustrasi pedagang beras (KLIKPOSITIF/Halbert Chaniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Barat (Sumbar), mencatat laju inflasi Bulan November 2018 di Sumbar sebesar 0,27% (mtm), atau lebih rendah dibandingkan bulan Oktober sebesar 0,81% (mtm).

Menurut Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumbar, Endy Dwi Tjahjono, inflasi disebabkan karena kenaikan harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar.

Baca Juga: Terkendali, Inflasi Sumbar di Bulan November 2018 Cuma 0,27 Persen

Secara rinci, ia menjelaskan bahwa yang paling berpengaruh terhadap inflasi di daerah itu adalah kenaikan harga beras dan bawang merah.

"Kenaikan harga beras dan bawang merah mendorong inflasi dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,14% (mtm) dan 0,07% (mtm)," katanya.

Baca Juga: Kenaikan Harga Beras Picu Inflasi di Kota Padang

Ia menyebutkan naiknya harga beras disebabkan oleh faktor cuaca kurang kondusif yang terjadi di hampir seluruh wilayah Sumbar. Sehingga, menghambat proses produksi dan penjemuran gabah.

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) KPw BI Sumbar, kenaikan harga beras terjadi hampir di semua varietas, dengan kenaikan tertinggi berasal dari jenis IR 42 C Solok dan Cisokan Solok," papar dia.

Baca Juga: Selain Padang, Kenaikan Harga Beras Juga Picu Inflasi di Bukittinggi

"Kenaikan harga bawang merah karena terbatasnya pasokan, khususnya bawang Jawa dan bawang Peking," sambungnya.

Lalu dari kelompok perumahan, ... Baca halaman selanjutnya