Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia pada Perdagangan Hari Ini

"Pemogokan menjulang di Norwegia"
Nozel pompa bensin digambarkan di sebuah stasiun bahan bakar yang dimiliki oleh perusahaan M10-minyak di Tver, Rusia, 1 Juni 2016. (REUTERS / MAXIM ZMEYEV)

KLIKPOSITIF - Harga minyak naik pada awal perdagangan Asia pada Selasa (28 /6) karena pemogokan menjulang di Norwegia. Hal itu mengancam akan memangkas produksi di produsen terbesar Eropa Barat, meskipun Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa.

Pemogokan 755 pekerja Norwegia di tujuh ladang minyak dan gas melakukan pemogokan yang memicu keluarnya produsen dari produsen atas Laut Utara. Sebuah putaran akhir perundingan wajib akan diselenggarakan oleh mediator negara pada 30 Juni dan 1 Juli dalam upaya lainnya.

Dilansir dari laman reuters, produksi minyak gabungan sekitar 285.000 barel per hari dalam empat bulan pertama tahun ini serta produksi gas alam di 48,5 juta meter kubik (mcm) per hari.

Minyak mentah berjangka Brent London diperdagangkan pada $ 47,58 per barel pada 0032 GMT (20:32 ET), naik 42 sen dari pemukiman mereka sebelumnya. US West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 35 sen pada $ 49,68 per barel.

Tapi kenaikan harga terjadi setelah minyak jatuh ke posisi terendah 7-minggu di sesi sebelumnya di belakang dolar melonjak, yang membuat impor bahan bakar lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lainnya dan berpotensi memukul permintaan karena gejolak pasar lebih dari orang Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa terus menyebabkan gejolak pasar.

"Minyak mentah dipimpin sektor ini lebih rendah karena investor terus membuang aset berisiko. Minyak juga terbebani oleh berita bahwa gencatan senjata yang sukses di Nigeria telah memungkinkan perbaikan jaringan pipa minyak yang telah membatasi kemampuan negara untuk mengekspor minyak," kata ANZ Bank.