Penerimaan Pajak Hingga November 2018 Tertinggi dalam 7 Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBN Kita 2018 mencapai Rp1.136,66 triliun atau setara dengan 79,82 persen dari target APBN tahun 2018.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama (Januari sampai dengan November) tahun 2017, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan sebesar 15,35 persen (yoy).

Jika penerimaan Tax Amnesty ditriwulan I tahun 2017 dikeluarkan dari perhitungan (merupakan penerimaan yang bersifat one-off/tidak berulang sebesar Rp12 triliun).

Baca Juga

Dari data, pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 16,77 persen (yoy). Capaian ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir (2012-2018).

Positifnya kinerja pertumbuhan penerimaan pajak ini ditopang oleh pertumbuhan PPh Non-Migas, yang mencapai 15,01 persen (yoy) serta PPN & PPnBM yang tumbuh 14,11 persen (yoy).

Hal ini juga didukung kinerja dari PPh Migas yang tumbuh 26,66 persen (yoy), serta PBB dan Pajak Lainnya yang tumbuh 22,09 persen (yoy).

Apabila kita lihat lebih dalam, jenis-jenis pajak utama memang menunjukkan kinerja yang menggembirakan, umumnya mencapai pertumbuhan dua digit.

Sampai dengan bulan November 2018, PPh Pasal 25/29 masih mampu melanjutkan tren pertumbuhan di atas 20 persen yang telah berlangsung sepanjang tahun 2018, dimana PPh Pasal 25/29 Badan tumbuh hingga 22,12 persen (yoy).

Sementara PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi tumbuh hingga 20,86 persen (yoy). PPh Pasal 21 tumbuh 15,57 persen (yoy), jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 5,74 persen.

Pertumbuhan signifikan juga dicatatkan oleh pajak -pajak atas impor. Melanjutkan tren pertumbuhan tahun 2017, PPh Pasal 22 Impor tumbuh 27,28 persen (yoy), naik dari 15,17 persen, dan PPN Impor tumbuh 26,55 persen (yoy).

jika lebih dipersentasekan, jumlah tersebut naik dari 21,82 persen, serta PPnBM Impor tumbuh 8,60 persen (yoy), setelah di tahun 2017 mengalami pertum buhan negatif 15,20 persen (yoy).

Secara umum, pajak atas impor tumbuh 26,35 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang tumbuh 19,25 persen.

Ditinjau dari sisi penerimaan pajak sektoral, hingga akhir November 2018 ini sektor-sektor usaha utama mengalami pertumbuhan double digits.

Industri Pengolahan tumbuh 12,74 persen (yoy), Perdagangan tumbuh 26,64 persen (yoy), serta Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh 12,07 persen (yoy).
Demikian juga dengan Konstruksi dan Real Estat tumbuh 11,43 persen (yoy), Pertambangan tumbuh 54,93 persen (yoy), serta Pertanian tumbuh 25,11 persen (yoy).

Secara umum, kinerja penerimaan pajak mendekati penghujung tahun 2018 ini cukup baik dengan pertumbuhan jauh di atas pertumbuhan ekonomi.

Khusus untuk bulan Desember 2018, momentum libur natal dan tahun baru diperkirakan akan meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga diharapkan penerimaan pajak di bulan Desember akan meningkat.

Disamping itu, meningkatnya belanja pemerintah baik pusat maupun daerah juga diharapkan akan mendorong peningkatan penerimaan.(*)

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa