Hingga November 2018, Pembiayaan 38 Bank Wakaf Mikro Tembus Rp9,72 Miliar

Ilustrasi
Ilustrasi (Dok.Klikpositif)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) mencatat, hingga November 2018 ada 38 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bank tersebut sudah menyalurkan pembiayaan usaha.

Menurut catatan, jumlah pembiayaan Bank Wakaf Mikro ini mencapai Rp9,72 miliar kepada 8.373 orang nasabah Lembaga Keuangan Mikro Syariah di berbagai daerah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya terus mengembangkan pola inovasi baru untuk pengembangan program Bank Wakaf Mikro .

Baca Juga

Penyaluran dana melalui rogram tersebut di antaranya melalui pembiayaan pola klaster yang saat ini telah sukses diterapkan di kelompok/klaster.

"Besar harapan kami inovasi pola pembiayaan baru ini dapat juga berhasil diterapkan di klaster UMKM di Kabupaten Jombang yang terkenal sebagai penghasil keripik samiler," katanya dikutip dari laman resmi OJK .

Ia menjelaskan manfaat Bank Wakaf Mikro bagi pengembangan ekonomi mikro juga mendapat dukungan dari 2 (dua) lembaga amal di Kuwait.

Dua lembaga itu yakni International Islamic Charity Organization (IICO) dan Zakat House yang akan melakukan penjajakan kerja sama dalam memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro di Indonesia.

Program Bank Wakaf Mikro yang diluncurkan sejak Oktober 2017 ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat dalam penyediaan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal.

Pembiayaan itu dilakukan khususnya di lingkungan pondok pesantren yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28 ribu pondok pesantren di berbagai penjuru Tanah Air.

Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil setara 3%.

Selain itu, dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pelatihan wirausaha dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

Lembaga ini tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat karena memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha.

Di sisi lain, lembaga ini juga berstatus sebagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang diberi izin dan diawasi oleh OJK .(*)

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa