Pemogokan Kerja di Norwegia Picu Kenaikan Harga Minyak

"Karena para pedagang keuangan kembali membelikan uangnya ke komoditas"
Nozel pompa bensin digambarkan di sebuah stasiun bahan bakar yang dimiliki oleh perusahaan M10-minyak di Tver, Rusia, 1 Juni 2016. (REUTERS / MAXIM ZMEYEV)

KLIKPOSITIF - Minyak naik pada perdagangan Rabu pagi (29/6) karena para pedagang keuangan kembali membelikan uangnya ke komoditas setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Minyak mentah berjangka internasional Brent diperdagangkan pada $ 48,76 per barel pada 0019 GMT (20:19 EDT), naik 18 sen dari pemukiman terakhir mereka. US West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah naik 30 sen ke $ 48,15 per barel.

Dilansir dari laman reuters, kedua benchmark minyak mentah telah naik pada hari Selasa (28/6) setelah pasar keuangan menepis keterkejutan dari hasil referndum Inggris. "Nada risiko-on harus melihat komoditas baru sehingga terus mendorong ke harga yang lebih tinggi," kata ANZ Bank.

"Minyak memimpin (komoditas) sektor sebagai kejutan dari voting Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa menguntungkan harga minyak padat karena penurunan produksi minyak Venezuela. Selain itu, serangan di Norwegia juga akan berdampak kepada produksi," tambahnya.

Selain itu, kenaikan harga juga didukung oleh pasokan yang sangat fundamental sehingga pemogokan oleh pekerja lapangan minyak dan gas Norwegia akan mengancam dan memangkas produksi dari produsen Laut Utara terbesar.