Pemkab Pesisir Selatan Konversi Ribuan Gas LPG untuk Bahan Bakar Nelayan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PESISIR SELATAN , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan akan mengkonversi sebanyak 1.170 tabung gas LPS jadi bahan bakar untuk nelayan sepanjang tahun 2019 ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan Persisir Selatan, Arlindawati. Ia menyebutkan, konversi yang dilakukan dalam rangka diversifikasi tersebut merupakan salah satu langkah yang digencarkan pemerintah pusat dalam mendukung hasil tangkap nelayan , dengan irit biaya serta ramah lingkungan.

baca juga: Kisah Perantau Minang Tak Bisa Pulang dari Malaysia

Menurut dia, sebelumnya program diversifikasi energi melalui program konversi BBM ke LPG sudah mulai diterapkan tahun lalu. Setidaknya, terdapat sebanyak 585 unit kapal yang dibantu, dan tersebar di delapan kecamatan.

"Untuk kebutuhannya tahun ini sebanyak 1.170 tabung. Saat ini telah kami usulkan ke SPBG, untuk nelayan antara lain di Tarusan, IV Jurai, Batangkapas dan Sutera," katanya pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Satu Pasien COVID-19 Asal Pessel Dinyatakan Sembuh

Dia menjelaskan, bantuan diversifikasi energi melalui program konversi BBM ke LPG untuk nelayan , diantaranya diperuntukan untuk kapal tangkap 5 GT ke bawah. Sebab, peruntukan tersebut guna mensejahterakan nelayan kecil dan membuat biaya lebih irit.

"Karena 1 tabung LPG 3 kilogram dapat disetarakan dengan 7 liter bensin, digunakan dua per hari. Dengan aktivitas mencari ikan sekitar 10 jam perhari, maka akan tersisa lagi daripada menggunakan BBM yang sekarang harganya jauh lebih tinggi," terangnya.

baca juga: Satgas BUMN Salurkan Bantuan Penanganan COVID di Pessel

Ia menambahkan sejauh ini untuk penerapan gas elpiji menjadi pengganti bahan bakar mesin nelayan sudah mulai terus disosialisasikan.

Selain itu, untuk penyerahan bantuan juga terus diawasi untuk lebih tepat sasaran dalam mendukung kesejahteraan nelayan di daerah itu.

baca juga: Jelang Lebaran, Ribuan Anak Yatim dan Piatu di Pessel Dapat Santunan dari Baznas

"Pengawasan setiap nelayan harus ada kartu nelayan . Nelayan yang boleh membeli di untuk keperluan isi tambah harus pakai kartu nelayan . Karena peruntukannya sudah jelas dan tidak boleh disalahgunakan," pungkasnya kemudian.

[Kiki Julnasri Priatama]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa