Berbanding Terbalik Dengan Ekspor, Impor Sumbar Malah Meningkat Sampai US $546,34 juta

"negara pemasok impor bulan Desember 2018 terbesar adalah dari negara Singapura senilai US$19,66 juta. Impor dari negara Singapura menduduki tempat teratas dengan perannya sebesar 68,94 persen selama periode Januari-Desember 2018"
Kepala BPS Sumbar Suardi (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Berbanding terbalik dengan ekspor Sumatera Barat (Sumbar) yang mengalami penurunan sebesar 22,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, impor Sumbar menunjukkan peningkatan.
Secara kumulatif nilai impor Sumbar Januari-Desember 2018 mencapai US$546,34 juta atau mengalami peningkatan 22,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data dari Badan Pusat Statistik Sumatera Barat (BPS Sumbar), golongan barang impor pada bulan Desember 2018 paling besar adalah bahan bakar mineral sebesar US$25,71 juta, golongan pupuk sebesar US$5,85 juta dan golongan kertas/karton sebesar US$1,42.

Kepala BPS Sumbar Suardi mengatakan, selama periode Januari-Desember 2018 terlihat bahwa impor dari ketiga negara tersebut sebesar 75,82 persen. Negara Singapura menduduki tempat teratas dengan perannya sebesar 68,94 persen. Impor dari Singapura dan Malaysia didominasi oleh golongan bahan bakar mineral. Sedangkan impor dari mesir merupakan produk dari golongan pupuk.

"Nilai impor Sumatera Barat senilai US$35,42 juta, sebagian besar berasal dari pelabuhan bongkar Teluk Bayur," sebutnya, Kamis, 17 Januari 2019.

Dilanjutkannya, negara pemasok impor bulan Desember 2018 terbesar adalah dari negara Singapura senilai US$19,66 juta. Impor dari negara Singapura menduduki tempat teratas dengan perannya sebesar 68,94 persen selama periode Januari-Desember 2018.

"Impor melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur ini mengalami peningkatan sebesar 17,68 persen dibanding dengan bulan sebelumnya. Sementara melalui Bandara Internasional Minangkabau hanya sebagian kecil (0,63 persen)," tukas Sukardi kemudian. (Joni Abdul Kasir)