Tertekan, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah

"penguatan dolar AS karena ada isu pelambatan ekonomi"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Setelah beberapa lama menguat, kini giliran nilai rupiah berbalik tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS). Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan penguatan dolar AS  karena ada isu pelambatan ekonomi yang dipicu dari Eropa.

Salah satu faktornya seperti revisi menurun prediksi pertumbuhan PDB Inggris 2019 dari 1,7 persen menjadi 1,2 perseb oleh Bank Sentral Inggris, dan data pertumbuhan produksi Industri Jerman yang negatif. "Potensi kisaran rupiah Senin ini Rp 13.930-Rp 14.000," ujarnya. Dilansir dari Suara.com.

 Ariston menilai pasar harus mewaspadai pertemuan bilateral antara AS dan China di Beijing yang dimulai Senin ini untuk mencari jalan keluar perang dagang.  Data Bloomberg pergerakan rupiah pada akhir pekan lalu (8/2/2019) berada di level Rp 13.955 per dolar AS.

Level itu menguat dibandingkan perge‎rakan hari sebelumnya di level Rp 13.972 per dolar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada akhir pekan sebelumnya berada di level Rp 13.992 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada hari hari sebelumnya yang di level Rp 13.978 per dolar AS.