TPID Berhasil Kendalikan Laju Inflasi Sumbar Dibawah Angka Nasional

"Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai akhir tahun 2018 masih akan dibayangi resiko kenaikan harga bahan makanan strategis, seperti cabai merah, bawang merah, dan beras, karena terganggunya produksi akibat meningkatnya intensitas curah hujan"
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi di Sumatera Barat tahun 2018 memang berhasil dijaga di angka rendah. Dari hasil survei BPS untuk Kota Padang sebesar 2,55 dan Kota Bukittinggi sebesar 2,99 persen. Sementara secara provinsi, inflasi Sumbar sepanjang 2018 hanya 2,60 persen, lebih kecil dibanding inflasi nasional di angka 3,13 persen untuk 2018.

"Tahun kemarin kami cukup baik dalam pengendalian inflasi, walaupun ada kenaikan dibeberapa komoditas saat akhir tahun. Namun berhasil dikendalikan sebab begitu tahu ada kenaikan tim langsung turun menstabilkan harga. Selanjutnya kami bersiap untuk tantangan dan upaya mengendalikan inflasi tahun 2019," ungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, 13 Februari 2019.

Irwan mereview, bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) sampai akhir tahun 2018 masih akan dibayangi resiko kenaikan harga bahan makanan strategis, seperti cabai merah, bawang merah, dan beras, karena terganggunya produksi akibat meningkatnya intensitas curah hujan.

"Namun terjadi inflansi pada kelompok transportasi dengaan dipicunya kenaikan harga tiket angkutan udara sejak menjelang lebaran tahun 2018, apalagi saat ini penguna jasa penerbangan dikenakan bagasi berbayar," jelasnya.

Terkait tiket pesawat, lanjutnya, banyak pengusaha yang terlibat di bidang industri pariwisata yang merupakan sektor andalan Sumbar mengeluh, mulai pengusaha hotel hingga pelaku usaha yang terlibat di bidang UMKM.

"Padahal saya sudah kirim surat ke Kementerian Perhubungan tapi belum ada tanda - tanda penurunan," ujarnya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi diharapkan lebih meningkatkan produktivitas bahan pangan strategis khusus antara lain cabe merah, bawang merah, beras daging ayam ras dan telur. Dan ini menindaklanjuti kesepakatan kerjasama perdagangan antar daerah.

"Kepala daerah agar terus melakukan penilaian dan evaluasi secara rutin bersama stakeholder terkait ... Baca halaman selanjutnya