Harga Avtur Turun, Menteri BUMN Jamin Keuangan Pertamina

"Pertamina kini telah mengefisiensikan biaya-biaya yang masih menggerus dana operasional"
Ilustrasi (Pertamina)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Sumarno, menjamin keuangan PT Pertamina (Persero) tidak terganggu akibat penurunan harga avtur.

Menurut dia, Pertamina kini telah mengefisiensikan biaya-biaya yang masih menggerus dana operasional. Misalnya, Pertamina menggandeng Pelindo I-IV untuk mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM).

"‎Nah untuk menjaga mendapat profit, efisiensi harus dilakukan. Ini selalu saya tekankan betul kepada BUMN-BUMN, lihat lagi struktur biayanya dan efisiensikan‎," katanya dilansir dari Suara.com-jaringan Klikpositif.

Dalam hal ini, Rini mempertanyakan pihak-pihak yang menyebut harga avtur Indonesia mahal. Menurut dia, harus ada data yang membuktikan harga avtur Indonesia mahal.

"Kami menyadari sekarang itu suka-suka orang bicara, avtur Pertamina mahal, dihitung dari mana? kalau lihat kalkulasinya di Soekarno-Hatta, Pertamina sudah sangat kompetitif ya, dekat dengan Singapura," ucap dia.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, meski harga jual avtur turun, tetapi harga minyak dunia sesuai Mean of Plat Oil Singapore (M‎OPS) juga turun. Karenanya, pendapatan Pertamina tidak tergerus dengan penurunan harga avtur.

PT Pertamina (Persero) telah melakukan penyesuaian harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai pukul 00.00 WIB.

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan, harga baru avtur ini sesuai Keputusan Menteri ESDM No 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Untuk periode kali ini (16 Februari 2019) harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai contoh, harga avtur (published rate) untuk bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp8.210 per ... Baca halaman selanjutnya