Hadapi Bonus Demografi, Presiden Minta Menaker Bangun 3000 BLK Komunitas Tahun Depan

"Indonesia akan memiliki angkatan kerja yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo meminta agar Kementerian Tenaga Kerja membangun 3000 Balai Latihan Kerja (BLK) mulai tahun 2020 mendatang untuk menghadapai bonus demografi 2025-2030.

Selama periode itu, Jokowi menilai Indonesia akan memiliki angkatan kerja yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi pembangunan BLK komunitas sangat perlu dilakukan.

Ia mengatakan, pada tahun 2017 lalu, pemerintah telah memulai pembangunan BLK komunitas sebanyak 50, kemudian angka tersebut naik pada tahun 2018 jadi 75 BLK komunitas.

Sementara pada tahun 2019 ini, ia menargetkan pembangunan BLK mencapai 1000 BLK komunitas. Kendati demikian, menurutnya, jumlah tersebut masih sangat sedikit.

"Kalau hanya 1.000 (per tahun), 29 tahun nanti baru rampung. Saya sampaikan 3.000, nanti naik dua kali lipat lagi, naik dua kali lipat lagi, biar cepat selesai," katanya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Pembangunan BLK ini bertujuan untuk menciptakan angkatan kerja Indonesia yang lebih produktif, "Jangan sampai yang produktif ini tidak memiliki keterampilan yang memiliki kualifikasi yang baik," ujarnya.

Dengan pembangunan BLK komunitas ini, ia memperkirakan, satu BLK itu hanya mengeluarkan sekitar 1.000-2.000 lulusan per tahun.

Padahal, sebut dia, angkatan kerja di Indonesia berjumlah jutaan, sehingga ini bisa dibagi di pondok-pondok pesantren.

Khusus untuk pesantren, ia juga meminta agar Kemenaker membangun BLK yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang ada di sekitaran lokasi pesantren tersebut.

"Artinya, setelah dilatih, ada yang menerima nantinya. Misalnya IT, bisa nanti diterima di perbankan-perbankan yang kita miliki. Santri jadi bankir, jadi manajer bank syariah, atau jadi direktur utama bank syariah," pungkas Jokowi kemudian.(*)