Aturlah Keuangan Anda Seperti Seorang Bos

"Prioritaskan apa yang Anda butuhkan bukan apa yang Anda inginkan"
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Penghasilan sebesar apapun tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan jika Anda tidak pernah puas dan pandai mengatur keuangan. Orang-orang yang beruntung secara finansial pun akan mengalami masalah finansial jika tidak dapat mengatur keuangan dengan baik.

Sejatinya, mengatur keuangan merupakan kemampuan untuk menahan diri agar bisa menggunakan uang di bawah jumlah yang dimiliki dan merupakan kunci utama dalam menggapai kesuksesan finansial, seperti yang sering Anda dengar. “Prioritaskan apa yang Anda butuhkan bukan apa yang Anda inginkan. Keinginan dan kebutuhan merupakan hal yang bertolak belakang. Keinginan tidak pernah ada habisnya, sedangkan kebutuhan memang wajib dipenuhi," kata Financial Planner Budi Rahardjo beberapa waktu lalu di Indarung, Padang.

Seringkali kegagalan orang dalam mengatur keuangan dikarenakan lebih mengedepankan keinginan dibanding kebutuhan. Akibatnya, uang yang dipergunakan bisa jadi lebih besar dari yang dimiliki. "Apalagi dengan semakin meningkatnya biaya hidup menuntut kita untuk lebih cerdas dalam mengatur keuangan agar tidak terperangkap dalam utang.

Catatan keuangan akan membantu Anda dalam mengatur keuangan. Memonitor apakah penggunaan uang sudah sesuai anggaran. Dengan membuat catatan keuangan secara rutin, Anda bisa segera mengidentifikasi kebocoran keuangan yang tidak berjalan sesuai rencana," jelasnya.

Sementara itu, bagi generasi muda yang memiliki penghasilan tidak tetap, membuat catatan keuangan akan sangat membantu melihat pola pengeluaran. Sehingga dapat mempersiapkan dana yang cukup untuk cadangan saat kondisi penghasilan sedang merosot.

Memiliki pengetahuan tentang keuangan dapat menstabilkan finansial Anda. "Mulailah mengatur keuangan agar Anda tidak hanya terbebas dari lilitan utang tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan seperti memiliki bisnis yang lancar, membeli rumah, berliburan ke luar negeri, menyekolahkan anak ... Baca halaman selanjutnya