Indonesia dan Uni Eropa Negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi

"Kami siap untuk masuk pada tahap negosiasi formal"
Ilustrasi (http://cdn.klimg.com/)

KLIKPOSITIF - Indonesia dan Uni Eropa segera memasuki tahap perundingan/negosiasi formal realisasi Perjanjian Menyeluruh Kemitraan Ekonomi (CEPA) antara kedua pihak.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan mengatakan optimistis perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) segera memasuki tahap negosiasi formal, meski mengalami keterlambatan dengan adanya Brexit.

Pembahasan terkait tindak lanjut implementasi IEU CEPA, menjadi bahasan dalam pertemuan bilateral Menteri Lembong dengan pihak Uni Eropa, di sela-sela pertemuan menteri perdagangan G20.

Sebelumnya, bersama Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Komisi Eropa guna membahas jangkauan kerja sama (scoping paper) IEU CEPA.

"Scooping paper, kini sudah selesai dan Kami siap untuk masuk pada tahap negosiasi formal. Ini membuktikan komitmen yang tinggi dari kedua pihak untuk segera menyelesaikan dan mengimplemantasikan CEPA, meski kemarin sempat mengalami perlambatan karena peristiwa Brexit," ungkap Mendag Lembong.

Dilansir dari laman Ant, Ia menyatakan peran Indonesia dalam rantai pasok global dan regional masih perlu ditingkatkan seiring dengan makin meningkatnya persaingan antarnegara.

Persaingan antarnegara tersebut dapat dilihat dari berkembangnya kerja sama di bidang perdagangan, seperti Free Trade Agreement (FTA) dan Economic Partnership Agreement atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (EPA/CEPA) antara berbagai negara dan kawasan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada lima tahun terakhir (2011-2015) menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa turun sekitar 5,4 persen per tahun.

Hal itu berdampak pada penurunan surplus neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar 14,5 persen per tahun pada periode waktu yang sama. Sementara itu, pada 2015, nilai surplus neraca perdagangan Indonesia ... Baca halaman selanjutnya