Penerimaan Pajak Negara tumbuh 4,66 Persen Hingga Februari 2019

"Capaian tersebut setara dengan 10,20 persen dari target APBN 2019"
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBN Kita bulan Maret 2019 mencatat, hingga bulan Februari, penerimaan pajak yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pajak mencapai Rp160,84 triliun.

Capaian tersebut setara dengan 10,20 persen dari target APBN 2019. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak periode Januari-Februari 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 4,66 persen (yoy).

Pertumbuhan penerimaan pajak ditopang oleh baiknya kinerja PPh, dengan PPh Non-Migas tumbuh 13,48 persen sedangkan PPh Migas tumbuh 34,85 persen.

Jika ditelisik lebih dalam, beberapa jenis pajak utama menunjukkan kinerja yang cukup baik, terutama PPh Pasal 25/29 dan PPh Pasal 21.

PPh Pasal 25/29 masih melanjutkan trend pertumbuhan double digit yang telah berlangsung sepanjang tahun 2018, bahkan mencapai 40,00 persen (yoy).

Sedangkan PPh Badan tumbuh hingga 40,44 persen (yoy), sementara PPh Orang Pribadi tumbuh hingga 28,17 persen (yoy).

PPh Pasal 21 dan Pasal 22 tumbuh double digit, dengan PPh Pasal 21 tumbuh 15,67 persen (yoy) sedangkan PPh Pasal 22 tumbuh 10.65 persen (yoy).

Selama periode tersebut, jumlah SPT Masa PPN Lebih Bayar yang mengajukan restitusi meningkat cukup pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Terdapat peningkatan jumlah SPT yang diajukan permohonan restitusi sebesar 37 persen selama periode JanuariFebruari 2019 dibandingkan periode yang sama di tahun 2018.

Perlambatan pertumbuhan pajak-pajak atas impor terjadi seiring dengan melambatnya laju impor Indonesia.

Nilai Impor Indonesia di bulan Januari 2019 mengalami penurunan 1,83 persen (yoy) bila dibandingkan dengan bulan Januari 2018, dari USD15,31 miliar menjadi USD15,03 miliar.

Namun demikian, pajak-pajak atas Impor masih menunjukkan pertumbuhan positif 1,16 persen (yoy), didorong oleh PPh Pasal 22 Impor yang tumbuh 3,96 persen (yoy) sedangkan PPN Impor tumbuh ... Baca halaman selanjutnya