Untuk Menggaet Investor Tepat, Ini Saran Pemko Batam Kepada Pemko Payakumbuh

"Kota Batam sendiri sebenarnya tengah melakukan upaya alih branding dari Kota Industri ke Kota Wisata. Hal itu karena beberapa tahun lalu, perekonomian Batam sempat menurun drastis"
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz saat memberikan cenedramata kepada perwakilan Pemko Batam, Rabu (20/3). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

BATAM, KLIKPOSITIF -- Disambut Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Jefriadi, rombongan Pemko Payakumbuh yang melakukan study kooperatif ke salah satu Kota Industri itu di Indonesia itu mendapatkan beberapa ilmu berharga, khususnya terkait hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggaet investor untuk berinvestasi.

"Kota Batam sendiri sebenarnya tengah melakukan upaya alih branding dari Kota Industri ke Kota Wisata. Hal itu karena beberapa tahun lalu, perekonomian Batam sempat menurun drastis, bahkan sempat menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah kedua di Indonesia," kata pria yang juga merupakan putra asli Luak Limopuluah itu ketika menyambut rombongan Pemko Payakumbuh yang diketaui oleh Wakil Wali Kota, Erwin Yunaz di ruang Pertemuan Presentation Room Raja Ali Kelana Pemko Batam, Rabu (20/3).

Diterangkannya, setiap daerah wajib mengetahui potensi mereka masing-masing agar bisa mendatangkan investor yang tepat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki tersebut.

"Hal ini supaya daerah mereka tidak menjadi limbah setelah investor pergi dari daerah tersebut. Apalagi seperti Kota Batam ini, kita tidak memiliki sumber daya alam," terang Jefriadi.

Ia juga menambahkan, akselerasi pembangunan di Kota Batam cukup tinggi, dengan 12 kecamatan yang terdiri dari 64 kelurahan, masing-masing kelurahan sudah mampu melakukan pembangunan fisik yang sumber dananya dari Proyek Infrastruktur Kelurahan (PIK). Besaran dana untuk masing-masing kelurahan bahkan mencapai Rp1,3 Miliar.

"Untuk membranding Kota Industri menuju Kota Pariwisata memang butuh pembangunan Infrastruktur. Karena wisata ini adalah kebutuhan warga kelas menengah ke atas," jelasnya.

Saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Batam menurut Jefriadi berasal dari sektor perhotelan dan restoran. Untuk itu, ia menilai perlunya gagasan baru untuk memajukan daerah tersebut, sebab orang tidak akan datang ke Batam jika tidak ... Baca halaman selanjutnya